Nilai dolar Australia anjlok, harga saham global terus merosot

Nilai dolar Australia anjlok, harga saham global terus merosot

Nilai dolar Australia anjlok, harga saham global terus merosot

Diperbaharui 21 December 2011, 11:52 AEDT

Nilai dollar Australia terus anjlok, sementara harga-harga saham global terus merosot.

Setelah mengalami kemerosotan paling tajam dalam setahun lebih dengan turun 376 point semalam, indeks Dow Jones sekarang 10 persen lebih rendah daripada nilai tertingginya belum lama ini di bulan April.

Saham industri dan pertambangan paling anjlok diantara kemerosotan harga saham di Wall Street, sementara para investor risau oleh masalah hutang di Eropa.

Para trader terus meninggalkan dollar Australia yang telah merosot ke tingkat terendah dalam 10 bulan mencapai di bawah 81 sen Amerika.

Di Australia, Deputi Perdana Menteri Jullia Gillard mengatakan dalam wawancara televisi, bahwa penurunan nilai dollar Australia bukanlah disebabkan oleh pajak pertambangan Australia yang baru.

Katanya, nilai Euro merosot, Yunani sedang tidak stabil, dan bilamana ada ketidak-stabilan di suatu negara, itu berpengaruh pada seluruh dunia.

Katanya, kita melihat orang beramai-ramai lari ke dollar Amerika bilamana ada masalah di dunia, karena dollar Amerika dipandang sebagai matauang yang paling kuat di dunia.

Sementara itu, Prof Peter Kenyon, pakar ekonomi dari Universitas Curtin di Perth, mengatakan, nilai dollar Australia yang lebih rendah akan menguntungkan bagi sementara pihak, misalnya sektor pertanian tradisional dan eskpor tradisional, yang akan menjadi lebih kompetitif dari segi harga, dan karenanya mengalami peningkatan.

Akan tetapi, katanya, untuk industri seperti biji besi dimana kontrak ditulis dalam dollar Amerika, hal itu tidak akan berpengaruh.