"Internet Blackout Day" mendukung kebebasan berpendapat di Malaysia

"Internet Blackout Day" mendukung kebebasan berpendapat di Malaysia

"Internet Blackout Day" mendukung kebebasan berpendapat di Malaysia

Diperbaharui 15 August 2012, 9:48 AEST

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan, ia akan meninjau ulang undang-undang yang kontrovesial, setelah para aktifis, yang menyebut undang-undang itu mengancam kebebasan berpendapat, melancarkan protes "Internet blackout" pada hari Selasa.

Melalui tweeter Perdana Menteri mengatakan, ia telah meminta Kabinet untuk membahas Section 114A yang diberlakukan dua minggu lalu.

Berdasarkan undang-undang itu, warga Malaysia dapat digugat atas konten yang bersifat memfitnah yang diterbitkan dari komputer, HP dan jaringan internet mereka - meskipun seandainya mereka mendapat serangan hacker.

Pihak berwenang mengatakan, undang-undang itu bertujuan memberantas kejahatan internet, tapi para aktifis melukiskannya sebagai upaya membungkam pengritik pemerintah.

Bagi Najib, yang menghadapai tekanan menjelang pemilu, ini merupakan tantangan nyata karena website digunakan secara luas oleh oposisi untuk menyampaikan pesan mereka.

Ini adalah pertama kalinya Malaysia menyelenggarakan Internet Blackout Day, dengan mengadaptasi konsep dari protes serupa mendukung kebebasan internet di Amerika Serikat dan Selandia Baru.