Presiden SBY disambut oleh ratu dan demonstran di Inggris

Presiden SBY disambut oleh ratu dan demonstran di Inggris

Presiden SBY disambut oleh ratu dan demonstran di Inggris

Terbit 1 November 2012, 9:44 AEDT

Belasan demonstran memprotes tuduhan penyiksaan di Indonesia dan menuduh Inggris telah mementingkan keperluan komersial di atas hak asasi manusia di dalam hari pertama kunjungan presiden SBY di Inggris.

Dalam kunjungan resmi pertama dari seorang presiden Indonesia ke Inggris dalam lebih dari 30 tahun terakhir, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapatkan sambutan yang meriah dari pihak pemerintah Inggris, tapi juga sambutan dari aktivis yang mengritik pemerintah Inggris telah mementingkan keperluan komersial di atas hak asasi kaum minoritas Indonesia. 

"Warga Papua Barat ditahan, disiksa, dan dibunuh, dan yang bisa dilakukan oleh Inggris dan keseluruhan Uni Eropa adalah untuk mendukung Yudhoyono -mereka hanya peduli dengan uang," kata seorang demonstran, Nal Pattinama. 

Indonesia dianggap sebagai negara dengan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dan di lihat sebagai yang paling menjunjung demokrasi di Asia Tenggara, tapi masih memiliki berbagai masalah hak asasi manusia, termasuk yang berhubungan dengan kontrol militer di provinsi-provinsi Papua.

Para demonstran, beberapa di antaranya mengenakan topeng Halloween dan cat muka menyeramkan berkumpul di luar kantor perdana menteri Inggris di Jalan Downing dengan beberapa selebaran yang menuntut pembebasan tahanan politik di Papua.

"Sangat menjijikkan bahwa seseorang bisa berjalan ke Istana Negara dan bendera Indonesia dikibarkan oleh pemerintah kita yang mendukung negara seperti Indonesia," kata seorang demonstran lain, Bob Corn.

Ratu Inggris, Ratu Elizabeth, menyambut Presiden SBY dan ibu negara Ani Yudhoyono di paviliun berkarpet merah di tengah-tengah hormat senjata dan dimainkannya 'Indonesia Raya' oleh grup musik resimen ketentaraan Inggris.

Inggris memiliki keinginan untuk membangun hubungan komersial dengan Indonesia dan telah mengalirkan pendanaan melalui kedutaan besarnya di Uni Eropa untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan Indonesia dan wilayah sekitar Indonesia. 

Setelah sambutan resmi, Presiden SBY dibawa dengan kereta kencana berlapis emas ke Istana Buckingham untuk makan siang bersama Ratu Inggris.

Dalam kunjungan resmi selama tiga hari ini, Presiden SBY akan dijamu dalam makan malam kenegaraan dan membuka Forum Bisnis Indonesia - Inggris Raya.

Reuters