Sammy J: Profil Pelawak Unik dari Australia

Sammy J: Profil Pelawak Unik dari Australia

Sammy J: Profil Pelawak Unik dari Australia

Diperbaharui 5 November 2012, 14:54 AEST

“Nama gue Sammy J, gue engga bisa bahasa Indonesia…gue engga bisa bahasa Indonesia,” bisik pelawak Australia Sammy J ketika diwawancara di dalam studio Radio Australia. Dia sedang berlatih membaca cara memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia, untuk mempersiapkan dirinya sebelum pertunjukkan perdananya di Jakfringe, Jakarta, pada bulan November.

Komedi, bagi Sammy J, adalah tentang bagaimana “menyergap penonton dengan sebuah pikiran atau ide yang tidak disangka-sangka sebelumnya.” Tapi pada bulan Mei, dia disergap oleh sesuatu yang tidak disangka olehnya: undangan untuk melakukan pertunjukkan di Indonesia.

“Tahun 2012 adalah tahun yang penuh kejutan. Anak pertama saya lahir –walaupun ini tentu bukan kejutan karena istri saya bukannya tiba-tiba melahirkan, album CD lagu-lagu saya dirilis, dan pada bulan April atau Mei, saya mendapat email yang bertanya apakah saya mau melakukan pertunjukkan di Indonesia –dan ini pastinya kejutan terbesar bagi saya.”

Dari Facebook, lagu terbalik, dan zombie rekening telepon

Seperti dalam pendapatnya tentang komedi, Sammy J memang penuh kejutan. Dia bukan hanya mampu bermain piano atau gitar di atas panggung dengan kemampuan tinggi sambil menyanyikan lagu-lagu yang sarat kejutan, canda, dan juga bahan pemikiran. Salah satu lagunya, ‘Delete’, terinspirasi oleh pengalaman ketika neneknya meninggal dunia, dan dia melihat berbagai album foto dan tulisan-tulisan neneknya yang ditulis tangan. Dan dalam lagu tersebut, dia berimajinasi bagaimana di masa depan nanti cucu-cucunya mungkin akan mengingat dia melalui Facebook dan album foto digital. Termasuk lagu-lagu pilihannya yang mungkin akan memalukan.

Kecerdasannya bermain dengan kata-kata dia tunjukkan dalam ‘The Backward Song’, di mana setiap kalimat lirik lagu tersebut dia ulang dengan urutan terbalik. Termasuk sebuah pidato panjang di akhir lagu tersebut, yang dia ulang kata per kata, secara terbalik, sambil bermain piano.

Sammy J juga mampu menciptakan komedi slapstick melalui televisi, termasuk bersama rekan kerjanya, Heath McIvor yang mengontrol boneka bernama Randy. Dalam salah satu episode televisi Good News Week, Randy yang lupa membayar rekening telepon membuat Sammy dan Randy dikejar-kejar oleh tangan-tangan zombie dan berakhir dengan penuh darah.

Tapi di episode yang berbeda, Sammy J juga mampu mengangkat isu politik, seperti ketika dia dan Randy berperan sebagai dua anggota parlemen yang hanya sibuk berbicara tentang menu kafeteria dalam gedung parlemen atau tentang cuaca di kota Canberra di tengah-tengah siding parlemen.

Bagaimana caranya menemukan inspirasi?

“Saya selalu suka konsep ekstrim dalam komedi…dan saya suka memulai dengan sebuah ide dan mendorongnya sampai seekstrim mungkin. Dalam sebuah lagu, bahkan kalau hanya sepanjang tiga menit, saya tidak mau lagu tersebut hanya diam pada satu tingkat, tapi ada awal, tengah, dan akhir…saya akan mendorong sebuah ide sejauh-jauhnya tapi terus mempertahankan kepercayaan dari penonton. Dan itulah kunci misteriusnya, karena kami tidak pernah mau membuat mereka merasa terasing atau terhina karena komedi kami.”

Gugup dalam menghadapi Indonesia

Sammy mengaku tidak tahu banyak soal Indonesia, walaupun dia sempat ke Bali pada tahun 2011 untuk pernikahan sahabatnya. Tapi dia mengaku tidak sabar ingin mengunjungi Jakarta. Dia juga mengatakan sangat gugup mengenai perjalanan baru dalam karirnya ini dan ingin belajar dari pengalamannya ke Indonesia.

"Tentu perlu waktu seumur hidup dan bahkan lebih untuk mengapresiasi kota ini secara total, tapi saya tidak sabar untuk bisa sekedar berjalan-jalan di kota Jakarta, bertemu orang-orang Jakarta, dan  berbagi pengalaman ini dengan pelawak lainnya.”

Sebelum mengikuti keinginan hatinya untuk menjadi pelawak, Sammy J berhasil memasuki sebuah jurusan paling gengsi dalam dunia pendidikan tinggi di Australia: jurusan hukum. Tapi setelah dua setengah tahun menjadi pelawak di dalam kelas-kelas hukum, salah satu dosennya akhirnya tidak sabar lagi dan mengatakan bahwa Sammy berada di jurusan yang salah. Sammy keluar dari jurusan hukum beberapa hari kemudian.

Dia juga menambahkan kalau dia tidak memiliki agenda politik dalam komedinya, walaupun dia berharap, kalau diperlukan, dia akan bisa berani menggunakan komedi untuk membantu masyarakat berpikir tentang isu-isu penting.

“Saya baru berusia 29 tahun, dan sesuai dengan jalannya usia, saya mulai semakin banyak berpikir mengenai bagaimana menggunakan platform yang saya miliki, dan semoga kalau saya memiliki pandangan yang ingin saya utarakan, semoga saya tidak akan takut mengutarakannya.”

Dan ketika ditanya, bagaimana pertunjukkannya nanti di Indonesia, dia mengerdipkan matanya, dan, dalam bahasa Indonesia, mengatakan: “Pokoknya, sesuatu…”

Kontributor

Erwin Renaldi

Erwin Renaldi

Produser

Dikenal sebagai presenter, Erwin juga memproduksi sejumlah video untuk website dan TV di Indonesia. Ia bergabung ABC sejak pertengahan tahun 2011.