Jenazah Arafat akan digali, diduga diracun

Jenazah Arafat akan digali, diduga diracun

Jenazah Arafat akan digali, diduga diracun

Diperbaharui 6 November 2012, 12:06 AEDT

Jenazah mendiang pemimpin Palestina, Yasser Arafat, akan digali kembali pada tanggal 26 November, delapan tahun setelah kematiannya, sebagai bagian dari investigasi untuk memastikan apakah ia dibunuh.

Dua pakar forensik Swiss sudah berada di Tepi Barat untuk membahas rencana penggalian itu, yang sangat rumit secara teknis, hukum dan politik.

Pada bulan Agustus, pengadilan Perancis membuka pengusutan pembunuhan atas kematian Yasser Arafat, setelah sebuah lembaga Swiss mengatakan menemukan polonium radioaktif tingkat tinggi di pakaian pemimpin Palestina itu, yang diserahkan oleh jandanya, Suha.

Dugaan pembunuhan sudah lama muncul seputar kematian Arafat.

Tim dokter Perancis yang merawatnya pada hari-hari terakhir mengatakan, mereka tidak dapat menentukan penyebab kematian.

Suha menduga suaminya diracun dan telah meminta dilakukan penggalian kembali supaya dapat diambil sampel dari jenazah Arafat untuk memastikan apakah ada  polonium.

Seorang diplomat Eropa mengatakan, majelis hakim Perancis akan pergi ke Tepi Barat bulan ini, dan tanggal 26 November dipandang sebagai tanggal yang mungkin untuk penggalian jenazah dari mausoleumnya.

Dua pakar senior dari Rumah Sakit Lausanne University di Swiss telah pergi ke Ramallah dan kini bekerja sama dengan Otorita Palestina dan pihak berwenang pengadilan Perancis.

Delapan tahun dianggap batas untuk mendeteksi jejak bahan radioaktif yang mematikan, menurut Swiss Institute of Radiation Physics, yang merupakan bagian dari rumah sakit itu.

Kedua pakar itu adalah Patrice Mangin, ketua tim ilmuwan forensik di rumah sakit itu, dan Francois Bochud, kepala institut.

Masih belum jelas apakah anggota keluarga Arafat lainnya sudah memberikan persetujuan untuk penggalian itu dan, sementara waktunya mendesak, muncul rasa skeptis yang luas di Tepi Barat apakah jenazah Arafat dapat diambil dari mausoleum itu.

Tidak ada otopsi yang dilakukan ketika Arafat meninggal pada usia 75 tahun, atas permintaan semula dari jandanya.

Ia dikurung oleh Israel di kompleksnya selama dua-setengah tahun sebelum terbang ke Perancis untuk perawatan medis darurat.