Kongres Beijing bahas Taiwan dan pertumbuhan

Kongres Beijing bahas Taiwan dan pertumbuhan

Kongres Beijing bahas Taiwan dan pertumbuhan

Terbit 10 November 2012, 11:09 AEDT

Upaya kemerdekaan Taiwan dan pertumbuhan ekonomi dibahas pada hari kedua Kongres Partai Komunis Cina.

Presiden yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Hu Jintao, pada pidato pembukaannya memuji performans negaranya kendati ekonomi melamban, dan menyerukan suatu model baru yang melibatkan permintaan domestik yang lebih besar dan sektor swasta untuk melestarikan pertumbuhan jangka-panjang.

Pada hari kedua, muncul berita baik lagi di bidang ekonomi, dengan angka-angka baru yang menunjukkan inflasi terendah dalam hampir tiga tahun.

Inflasi yang rendah mencerminkan sektor manufaktur yang sehat dan mengindikasikan bahwa ekonomi Cina akan terus maju bagi generasi baru pemimpin.

Musuh lama

Sementara Kongres di Beijing berjalan, Presiden Taiwan, Ma Ying-jeou, mengatakan, ia sedang mempertimbangkan u ntuk mengundang pemimpin Cina yang baru nanti untuk berkunjung ke Taiwan.

Cina dan Taiwan masih resmi merupakan musuh lama dan Beijing menganggap pulau tersebut sebagai provinsi yang membelot, yang harus dikembalikan ke bawah kekuasaannya.

Tapi sebagian besar politisi Taiwan mengatakan, mereka tidak ingin bergabung kembali dengan Cina sampai kebebasan mereka dijamin.

Namun demikian, Presiden Ma mengatakan, para pemimpin baru mungkin akan diundang jika kondisinya tepat, tapi ia menambahkan, ini bukan prioritas.

Statement itu dirilis sementara Presiden Cina, Hu Jintao, mengatakan di depan Kongres bahwa kedua pihak sebaiknya terus melakukan "pertukaran dan kerjasama".

Presiden Hu juga memperingatkan Taiwan untuk tidak mengambil langkah-langkah menuju kemerdekaan.

Pemberantasan korupsi

Sementara itu, para pemimpin Cina tidak lama lagi mungkin akan diminta untuk melaporkan asset mereka dalam rangka upaya pemberantasan korupsi.

Wang Yang dipandang sebagai tokoh paling reformis diantara generasi baru para pemimpin Cina.

Ketua Partai Komunis Guangdong itu mengatakan, pengungkapan asset mungkin perlu bagi semua pemimpin Cina di masa depan.

Berbicara kepada para reporter di sela-sela Kongres Partai Komunis, ia mengatakan, provinsinya sendiri sudah memandang ini sebagai cara untuk memberantas korupsi.

Meski berprestasi, Wang Yang dipandang oleh banyak kalangan terlalu liberal untuk masuk kabinet atau Komite Politibro.
 

 

Topik: