Delapan ditangkap di Kamboja karena pesan SOS kepada Obama

Delapan ditangkap di Kamboja karena pesan SOS kepada Obama

Delapan ditangkap di Kamboja karena pesan SOS kepada Obama

Terbit 16 November 2012, 8:41 AEST

Polisi Kamboja telah menahan delapan orang karena memasang foto Presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan kata "SOS" di sebelahnya diatas atap rumah mereka, menjelang kedatangannya di negara itu.

Kedelapan orang itu katanya penduduk yang tinggal dekat bandara Phnom Penh dan terancam penggusuran.

Tuduhan terhadap enam wanita dan dua pria itu belum jelas.

"Mereka memasang gambar Obama diatas atap dengan tulisan 'SOS' disebelahnya," kata jurubicara kepolisian nasional, Kirt Chantharith.

Obama akan menjadi  presiden Amerika pertama yang berkunjung ke Kamboja pada waktu menghadiri KTT Asia Timur disana minggu depan.

"Kami sedang menanyai mereka, apa alasan mereka melakukan itu."

Ou Virak, Ketua Pusat Hak Asasi Manusia Kamboja, mengatakan, penahanan itu merupakan contoh paling akhir pejabat-pejabat yang berusaha membungkam kritikan.

"Ini mengungkapkan tentang pemerintah dan niatnya untuk menunjukkan wajah yang baik di depan komunitas internasional," katanya.

Obama akan menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang berkunjung ke Kamboja pada waktu ia menghadiri KTT tahunan Asia Timur disana minggu depan.

Dalam persiapan menjelang KTT, pihak berwenang kota menangkapi hampir 100 pengemis, pecandu narkoba, pekerja seks komersial dan pedagang kaki lima, dengan alasan ingin "memelihara ketertiban umum" dan membuat ibukota "lebih cantik".

Jurubicara pemerintah kota mengatakan, banyak yang dikirim ke apa yang dinamakan pusat urusan sosial, sedangkan anak jalanan dibawa ke badan amal lokal.