Misi PBB ditarik, ratusan kehilangan pekerjaan di Timor Leste

Misi PBB ditarik, ratusan kehilangan pekerjaan di Timor Leste

Misi PBB ditarik, ratusan kehilangan pekerjaan di Timor Leste

Terbit 16 November 2012, 11:06 AEST

Ratusan orang di Timor Leste bakal terpaksa mencari pekerjaan baru pada waktu PBB menarik diri dari negara itu pada akhir tahun.

900 warga Timor Leste yang dipekerjakan langsung oleh misi pemelihara perdamaian PBB akan kehilangan pekerjaan, demikian pula 1300 satpam yang dipekerjakan oleh sebuah perusahaan swasta yang dikontrak oleh PBB.

Penjabat Kepala Staff Misi PBB, Gary Gray, mengatakan, dampaknya akan cukup besar, dan PBB sedang mempersiapkan staff untuk transisi itu.

"Lebih dari 90 persen staff kami telah berpartisipasi dalam program yang kami namakan National Staff Certification, dimana kami menawarkan sejumlah kursus pelatihan di segala bidang, seperti informasi dan teknologi, penerjemahan dan interpretasi, adminstrasi, bahkan mendirikan usaha kecil-kecilan," katanya kepada Radio Australia.

Gary Grey mengatakan, staff profesional tidak akan kesulitan mencari pekerjaan di LSM atau kedutaan, tapi staff yang tidak mempunyai skill mungkin menghadapi kesulitan.

Bisnis kecil juga mungkin akan terkena dampaknya.

Pemilik Dili Beach Hotel, Michael McGovern, mengatakan, 50 persen bisnisnya datang dari PBB.

"Saya perkirakan 2013 bakal sangat, sangat sulit," katanya.

Pasukan pemelihara perdamaian PBB pertama ditarik dari Timor Leste di tahun 2005, tapi di tahun 2006 negara itu terjerumus ke dalam kekacauan, dan militer Australia dan PBB kembali.