Roket mendarat dekat Tel Aviv, krisis memanas

Roket mendarat dekat Tel Aviv, krisis memanas

Roket mendarat dekat Tel Aviv, krisis memanas

Diperbaharui 16 November 2012, 10:07 AEDT

Roket-roket Palestina ditembakkan kearah Tel Aviv dan para pemimpin Israel memperingatkan tentang perang terhadap Hamas.

Sebuah roket mendarat di pinggiran selatan kota itu, satu lagi jatuh di laut, tapi serangan itu menebar kepanikan di kota pesisir itu.

Tayangan televisi menunjukkan orang-orang tiarap diluar Kementerian Pertahanan sementara sirene meraung-raung.

Ini adalah roket Palestina yang mencapai paling dekat ke kota terbesar Israel itu, tapi tidak menimbulkan kerusakan.

Namun ini mengindikasikan bahwa kelompok-kelompok militan kini mengincar pusat Israel yang berpenduduk padat itu.

Sementara itu, pesawat-pesawat tempur Israel terus menggempur Gaza, dimana lebih dari 15 orang telah tewas dan 100 cedera, sejak Israel memulai serangannya dengan mengasasinasi komandan sayap militer Hamas, Ahmed al-Jabari, pada hari Rabu.

Menurut Hamas, diantara yang tewas termasuk tujuh militan, tiga anak-anak, seorang wanita dan dua pria lanjut usia.

Pejabat-pejabat Israel mengatakan, lebih dari 70 target di Gaza telah dihantam dalam serangan yang dikatakan ditujukan pada jaringan militan yang bertanggung-jawab menembakkan roket ke Israel.

Roket-roket terus ditembakkan dari Gaza kearah kota-kota dan komunitas di Israel selatan, dengan tiga warga Israel tewas pada hari Kamis ketika sebuah roket jatuh di rumah mereka di Kiryat Malachi, 30km dari Gaza.

Menteri Pertahanan Israel telah memerintahkan pemanggilan hingga 30,000 tentara cadangan dan militer telah mengancam akan melancarkan serangan darat ke Gaza, jika perlu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan melakukan segala yang mungkin untuk mengakhiri serangan roket.

"Teroris melakukan kejahatan perang ganda," katanya.

"Mereka menembaki warga sipil Israel dan mereka bersembunyi dibalik warga sipil Palestina. Sebaliknya, Israel berusaha sebaik-baiknya untuk menghindari korban sipil."

"Dalam 24 jam terakhir, Israel sudah jelas tidak akan mentolerir serangan roket dan rudal terhadap warga sipil. Saya harap Hamas dan organisasi-organisasi teror lainnya di Gaza menangkap pesan ini," tambahnya.

"Jika tidak, Israel siap mengambil aksi apa saja yang perlu demi membela rakyat kami."

Reaksi dunia

Operasi Israel itu memicu kemarahan di dunia Arab dan Muslim, dengan Teheran menuduh negara Yahudi itu melakukan "terorisme terorganisir" dan Perdana Menteri Qatar mengatakan, serangan itu "tidak boleh dibiarkan begitu saja".

Sementara itu Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, telah berbicara dengan para pemimpin Israel dan Mesir mengenai krisis itu.

Presiden Obama mendesak Perdana Menteri Israel untuk menghindari korban sipil tapi menekankan, Israel berhak membela diri.

Menlu Inggris William Hague mengatakan, Hamas bertanggung-jawab atas kekerasan itu.

 

.