Keluarnya PBB dari Timor Leste pengaruhi lapangan pekerjaan

Keluarnya PBB dari Timor Leste pengaruhi lapangan pekerjaan

Keluarnya PBB dari Timor Leste pengaruhi lapangan pekerjaan

Terbit 17 November 2012, 10:36 AEST

Ratusan warga Timor Leste kemungkinan besar akan terpaksa mencari pekerjaan baru ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa meninggalkan negara ini pada akhir tahun.

900 warga Timor yang bekerja secara langsung di bawah misi perdamaian PBB akan kehilangan pekerjaan, selain 1300 petugas keamanan yang disewa oleh perusahaan-perusahaan yang dikontrak oleh PBB.

Kepala misi PBB di Timor Leste, Gary Gray, mengatakan walaupun pengaruhnya akan terlihat, PBB telah berusaha mempersiapkan para pekerja tersebut untuk melakukan transisi.

"Lebih dari 90 persen staf kami telah mengambil bagian di dalam program yang kami sebut sebagai National Staff Certification di mana kami menawarkan beberapa kursus pelatihan di dalam berbagai bidang, seperti teknologi informasi, penerjemahan, administrasi, dan bahkan cara memulai usaha kecil," katanya kepada Radio Australia.

Gary Gray juga mengatakan para staf profesional akan memiliki "sangat sedikit kesulitan" untuk mendapatkan pekerjaan dengan Organisasi Non Pemerintah atau kedutaan besar, tapi mereka yang tidak memiliki kemampuan tinggi akan menghadapi kesulitan lebih banyak.

Usaha-usaha kecil juga akan terpengaruhi.

Pemilik Dili Beach Hotel, Michael McGovern, mengatakan 50 persen pendapatannya dia dapatkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Saya memperkirakan tahun 2013 akan sangat sulit, sangat-sangat sulit," katanya.

Pasukan perdamaian PBB telah meninggalkan Timor Leste pada tahun 2005, tapi pada tahun 2006 negara tersebut mengalami banyak tindak kekerasan, dan pasukan militer Australia dan PBB kembali.