Obama akan tekan Birma dalam hak-hak politik

Obama akan tekan Birma dalam hak-hak politik

Obama akan tekan Birma dalam hak-hak politik

Terbit 17 November 2012, 10:27 AEDT

Sebuah kelompok pendukung Hak Asasi Manusia (HAM) di Inggris mengatakan Barack Obama telah "membuang tongkat pemukul dan menyerahkan semua wortel" dengan mengangkat sanksi atas Birma.

Barack Obama akan menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang akan mengunjungi Birma pada hari Senin (19/11).

Pemerintah Birma telah membebaskan ratusan narapidana di dalam sebuah usaha menunjukkan niat baik.

Pada awalnya, pembebasan ini diterima dengan baik, tapi kini beberapa kelompok pendukung HAM mengkritik langkah tersebut karena menganggap tidak ada tahanan politik yang dibebaskan.

Direktur Burma Campaign UK, Mark Farmaner, mengatakan kepada program Asia Pacific bahwa walaupun ada 700 sampai 800 tahanan politik yang tibebaskan oleh Birma tahun lalu, masih ada yang ditangkap dan dipenjara.

Mereka yang ditangkap ini termasuk petani-petani dari negara bagian Kachin yang dituduh sebagai anggota Kachin Independence Army (tentara kemerdekaan Kachin), dan anggota dan tokoh komunitas Rohingya.

Pemerintah Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa mereka akan terus menekan adanya reformasi di Birma.

Tapi, menurut Mark Farmaner, setelah diangkatnya kebanyakan sanksi atas Birma, presiden Obama kini kehilangan bahan utama untuk bernegosiasi.

"Dia telah membuang semua 'tongkat pemukul' dan menyerahkan hampir semua 'wortel'," katanya.

"Jadi apa bahan negosiasi yang dia miliki sekarang, untuk memastikan Thein Sein benar-benar membebaskan semua tahanan politik, mengakhiri kekerasan atas kaum etnik minoritas, dan memperkenalkan reformasi demokrasi yang sejati?"