Serangan roket getarkan Israel setelah gencat senjata gagal

Serangan roket getarkan Israel setelah gencat senjata gagal

Serangan roket getarkan Israel setelah gencat senjata gagal

Terbit 17 November 2012, 8:07 AEDT

Serangan-serangan roket kembali menembus jantung populasi wilayah Israel setelah perjanjian gencat senjata, yang direncanakan diadakan bersamaan dengan kunjungan dari Mesir, gagal. 

Kaum militan dari Hamas di Jalur Gaza telah meluncurkan roket yang bertargetkan kota Yerusalem di Israel untuk pertama kalinya.

Layanan ambulans di negara tersebut mengatakan roket tersebut menghantam sebuah wilayah di pinggiran kota dan belum ada korban.

Sebelumnya, kantor berita AFP melaporkan, sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza telah menghantam wilayah perairan di dekat pesisir pantai di Tel Aviv pada hari Jumat setelah sirene berbunyi di kota tersebut untuk hari ke-2.

Sirene serangan udara kemudian diaktifkan di Yerusalem dan Radio Ketentaraan Israel mengatakan peringatan tersebut dimaksudkan untuk kota-kota di Israel yang berada di dekat kota suci tersebut.

Setidaknya 20 warga Palestina dan tiga warga Israel tewas sejak Israel melakukan serangan pada hari Rabu dengan menewaskan salah satu tokoh militan Hamas, Ahmed al-Jabari.

Perdana Menteri Mesir, Hisham Kandil, telah mengunjungi Gaza  dan menyerukan kepada Israel untuk menghentikan pemboman di wilayah Palestina.

Pihak Israel mengatakan akan menghentikan serangan udara yang bertarget lokasi-lokasi peluru kendali Hamas di Gaza di saat kunjungan dari Mesir ini terjadi, tapi roket terus membelah udara menuju Israel bahkan ketika Hisham Kandil bertemu dengan perdana menteri dari Hamas di Gaza, Ismail Haniyeh.

Laporan dari Palestina mengatakan dua orang tewas dalam serangan udara oleh Israel di Jalur Gaza di tengah-tengah runtuhnya perjanjian gencatan senjata.

Pihak militer Israel mengatakan di dalam akun resmi Twitternya bahwa 50 roket telah ditembakkan dari Gaza selama lebih dari dua jam pada hari Jumat.

Angkatan Udara Israel merespons dengan melakukan penyerangan atas rumah komandan Hamas di Gaza selatan dan, menurut laporan Hamas, seorang warga Palestina terbunuh di dalam serangan udara terppisah di dekat kota Gaza. 

Penampilan Ismail Haniyeh di dalam pertemuannya dengan Hisham Kandil adalah penampilan pertamanya di hadapan umum setelah serangan udara yang menewaskan Jabari pada hari Rabu. 

Hamas memiliki kedekatan dengan Ikhwanul Muslimin yang memegang pemerintahan di Mesir.

Sebelumnya, Mesir pernah menjadi penengah tidak resmi antara kaum-kaum militan Palestina dan Israel di Jalur Gaza.

Hisham Kandil menyatakan aksi Israel sebagai sebuah 'tindak agresi', dan mengatakan apa yang dia lihat di Gaza adalah sebuah bencana.

"Tragedi ini tidak bisa kita biarkan dan dunia harus mengambil tanggung jawab di dalam penghentian tindakan agresi ini," katanya.

"Mesir tidak akan ragu untuk meningkatkan usaha dan melakukan pengorbanan untuk menghentikan tindak agresi ini dan mencapai gencatan senjata."

Serangan-serangan ini terjadi di tengah-tengah pemanggilan 16.000 anggota pasukan cadangan Israel yang meniupkan kabar bahwa negara tersebut sedang melakukan persiapan untuk kemungkinan serangan darat ke Gaza.

Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, telah menyetujui pemanggilan sampai 30.000 anggota pasukan cadangan yang bisa dipanggil untuk bertugas oleh militer kapan pun. 

ABC/wires