Pejabat Hamas dan keluarga tewas

Pejabat Hamas dan keluarga tewas

Pejabat Hamas dan keluarga tewas

Terbit 19 November 2012, 9:46 AEST

Presiden Mesir, Mohamed Morsi, mengemukakan "kemungkinan" gencatan senjata antara Israel dan Hamas, sementara Israel menyerang rumah-rumah militan di Gaza.

Seorang pejabat Hamas dan delapan anggota keluarganya dilaporkan tewas oleh serangan rudal Israel yang merobohkan sebuah rumah tiga lantai di kota Gaza.

Jurubicara militer Israel mengatakan, sasarannya adalah Yihia Abayah, komandan senior operasi roket di Jalur Gaza.

Empat wanita dan emat anak termasuk diantara yang tewas.

Israel menuduh militan pengecut karena bersembunyi diantara orang-orang sipil, menggunakan mereka sebagai perisai manusia, dan jurubicara Kementerian Luar Negeri, Paul Hirschson, mengatakan kepada ABC bahwa angka kematian di Gaza telah meningkat melewati 60.

Serangan udara terpisah menimbulkan kerusakan pada gedung media yang digunakan oleh  Sky News milik Inggris dan Al-Aqsa TV milik Hamas, dengan delapan jurnalis mengamai luka-luka. Seorang diantaranya putus kakinya.

Militer Israel mengatakan, target serangan itu adalah sebuah antene transmisi diatas atap yang digunakan oleh Hamas untuk melakukan kegiatan teror, dan bahwa para jurnalis di dalam gedung itu digunakan sebagai perisai manusia oleh penguasa Gaza.

Di pihaknya, militan Gaza meluncurkan puluhan roket ke Israel dengan target ibukota komersialnya, Tel Aviv, untuk hari keempat, dengan satu serangan di pagi hari dan satu lagi ketika malam tiba.

Pertahanan rudal Israel, Iron Dome,  menembak jatuh kedua roket itu, tapi puing-puing yang jatuh dari tembakan pagi hari menimpa sebuah mobil, yang kemudian terbakar. Pengemudinya tidak mengalami cedera.

Militer Israel mengatakan, 544 roket telah ditembakkan dari Gaza ke Israel sejak Rabu, menewaskan tiga warga sipil dan melukai puluhan lainnya.

Pembicaraan di Kairo

Di Kairo, para pejabat Hamas mengatakan, pembicaraan yang ditengahi Mesir dengan Israel untuk mengakhiri pertumpahan darah berjalan "positif".

Presiden Mesir, Mohammed Morsi, telah melangsungkan pertemuan dengan pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, dan pemimpin Jihad Islami, Abdullah Shalah, guna membahas "upaya Mesir mengakhiri agresi", kata kantornya.

"Kini terdapat indikasi bahwa ada kemungkinan suatu gencatan senjata segera antara kedua pihak," kata Morsi. "Namun belum ada jaminan".

Tapi Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, menegaskan, "syarat pertama dan mutlak bagi gencatan senjata adalah dihentikannya semua tembakan dari Gaza", dan semua kelompok bersenjata harus berkomitmen pada gencatan senjata itu.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan, Israel siap "memperluas" operasinya, menjelang pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, yang melakukan kunjungan mendadak ke kawasan itu.

Fabius kemudian mengatakan, negaranya bersedia menengahi gencatan senjata.

Di Gaza, Hamas berikrar akan membalas serangan terhadap Abayah.