Anwar Ibrahim himbau bantuan Australia dalam pemilu Malaysia

Anwar Ibrahim himbau bantuan Australia dalam pemilu Malaysia

Anwar Ibrahim himbau bantuan Australia dalam pemilu Malaysia

Diperbaharui 21 November 2012, 10:47 AEDT

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, begitu khawatir tentang kecurangan pada pemilu mendatang, ia mengirim nota dengan tulisan tangan kepada Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, meminta bantuan.

Anwar mengatakan, ia telah menemukan bukti dan menyerahkannya kepada Parlemen, yang mengungkapkan pendaftaran pemilih palsu dan sejumlah penyimpangan lainnya.

Pemilu dijadwalkan tahun depan, tapi terdapat spekulasi luas pemerintah akan menyelenggarakannya lebih dini.

"Kami telah menemukan dan menyerahkan bukti spesifik yang didasarkan pada daftar pemilih yang disusun oleh Komisi Pemilihan umum, dimana kami menunjukkan ratusan-ribu orang yang tidak berhak untuk memilih, tidak diijinkan untuk memilih atau anak-anak yang masih dibawah umur, dalam daftar pemilih" katanya.

Anwar mengatakan, Komisi Pemilihan Umum mengakuinya sebagai kekeliruan pada pembicaraan pribadi dengan anggota-anggota Parlemen.

"Komisi Pemilihan Umum seharusnya independen. Tapi sekarang ini, dalam statement kepada publik mereka nampaknya mewakili Partai UMNO yang memerintah," katanya.

Anwar mempertanyakan kemandirian anggota-anggota Komisi Pemilihan Umum.

"Mereka itu ditunjuk dan, kami mempunyai bukti, banyak diantaranya anggota partai pemerintah, yang berarti bertentangan dengan persyaratan hukum Komisi," katanya.

Anwar berseru kepada Australia untuk membantu memastikan pemilu yang bebas kecurangan.

"Dalam nota saya kepada Menlu Bob Carr dan pembicaraan saya sebelumnya dengan Kevin Rudd, saya mengatakan, anda bicara tentang pemilu bebas di Afghanistan dan Irak - mengapa membisu tentang pemilu di Malaysia?" katanya.

Menurut jurubicaranya, Senator Carr menerima surat Anwar pada hari Senin dan akan mempertimbangkannya dan segera merespon.

Senator independen, Nick Xenophon, juga mengemukakan pertanyaan serius tentang integritas sistem pemilihan di Malaysia dan mengatakan, Australia harus segera mengitim tim pengamat ke Malaysia.

Senator Xenophone mengatakan kepada Senat, ia sudah mendengar keprihatinan serius tentang pencemaran nama para calon, manipulasi dan kecurangan.

Ia mengatakan, Australia perlu terlibat dan mempertimbangkan untuk menawarkan tim pengamat dari Komisi Pemilihan Australia.