Era baru harapan bagi HIV/AIDS

Era baru harapan bagi HIV/AIDS

Era baru harapan bagi HIV/AIDS

Terbit 21 November 2012, 11:27 AEST

Sebuah laporan PBB mengatakan, jumlah kematian yang berkaitan dengan AIDS di seluruh dunia telah menurun untuk tahun kelima berturut-turut menjadi 1.7 juta orang di tahun 2011.

Ini berarti turun 5.6 persen dari 2010 dan 24 persen kalau dibandingakan dengan 2005.

Laporan tahunan oleh UNAIDS memperkirakan, jumlah orang dengan HIV meningkat sedikit menjadi 34 juta dari 33.5 juta di tahun 2010.

PBB mengatakan, 25 negara, banyak di Afrika, telah mengurangi infeksi baru HIV paling tidak separuh dalam dasawarsa terakhir dan telah terjadi kemajuan dalam melindungi anak-anak dari virus mematikan itu.

"Kami bergerak dari keputus-asaan menuju harapan," kata direktur eksekutif UNAIDS, Michel Sidibe, kepada reporter di Jenewa.

Dikatakannya, separuh dari penurunan infeksi baru HIV selama dua tahun terakhir terjadi di kalangan anak-anak.

Direktur regional UNAIDS untuk Asia Pasifik, Steve Kraus, mengatakan kepada Radio Australia, telah tercapai kemajuan selama 10 tahun terakhir dengan penurunan 25 persen atau lebih di negara-negara seperti Kamboja, India, Malaysia, Myanmar, Nepal, Papua New Guinea dan Thailand.

Tapi di sejumlah negara seperti Bangladesh, Indonesia, Filipina, Sri Lanka dan Pakistan, infeksi baru telah meningkat 25 persen selama 10 tahun terakhir.

Kraus mengatakan, negara-negara yang sukses mempunyai pendekatan yang sama, yang berfokus pada pria yang berhubungan seks dengan sesama pria, orang-orang yang membeli dan menjual seks, populasi transgender dan orang-orang yang menggunakan narkoba suntik.

UNAIDS mengatakan, suatu era baru harapan telah muncul di negara-negara dan komunitas-komunitas di seluruh dunia yang semula dilanda AIDS yang parah.

Di pusat epidemi, yaitu kawasan Sahara Afrika, jumlah kematian yang berkaitan dengan AIDS turun 32 persen antara 2005 dan 2011.

Di Karibia, yang mempunyai infeksi tertinggi kedua, angka kematian turun 42 persen untuk periode yang sama.

Akan tetapi, di Eropa Timur dan Asia Tengah, kematian meningkat 21 persen.

Menurut UNAIDS, penurunan angka kematian yang berkaitan dengan AIDS dan penurunan infeksi HIV sejak mencapai puncaknya 1997 adalah berkat akses yang lebih besar ke terapi antiretroviral.