KTT Asia Timur tetap penting: Gillard

KTT Asia Timur tetap penting: Gillard

KTT Asia Timur tetap penting: Gillard

Diperbaharui 21 November 2012, 11:53 AEST

Perdana Menteri Australia, Julia Gillard, mengatakan, KTT Asia Timur tetap merupakan forum yang penting untuk diskusi, kendati sengketa wilayah membayangi KTT di Kamboja.

KTT tersebut, yang dihadiri oleh ke-10 negara ASEAN dan sejumlah pemimpin regional dan internasional lainnya, dimaksudkan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan politik.

Namun sengketa wilayah antara Cina dan beberapa negara ASEAN, Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei, yang mengklaim bagian-bagian Laut Cina Selatan, terus membayangi KTT itu.

Gillard mengatakan Australia Network, pembicaraan "blak-blakan", yang dilangsungkan secara tertutup, membahas sengketa teritorial itu.

"Saya percaya KTT ini penting, dengan pemain-pemain yang tepat duduk bersama, semua issue dapat dibahas," katanya.

"Issue-issue yang ingin saya kemukakan dibahas di KTT, termasuk Laut Cina Selatan."

"KTT Asia Timur melaksanakan mandatnya sebagai suatu badan yang dapat membahas tentang masalah-masalah keamanan, politik dan ekonomi."

Kebijakan non-intervensi ASEAN dalam sengketa regional telah menimbulkan pertanyaan tentang keefektifan KTT Asia Timur dalam menyelesaikan masalah-masalah regional seperti sengketa teritorial.

Tapi Gillard mengatakan, pembicaraan pada KTT menunjukkan, kelompok itu masih relevan.

"Saya pikir KTT Asia Timur berkembang menjadi suatu badan seperti yang kita inginkan, seperti yang diinginkan para pemimpin," katanya.

"Suatu pertemuan para pemimpin yang dapat membicarakan tentang masalah-masalah keamanan, strategis, bahkan masalah yang sulit sekalipun."

"Ini adalah suatu proses yang terus perlu dilakukan."

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, tidak memihak, tapi menyerukan peredaan.

KTT itu adalah event pertama bagi Obama sejak ia terpilih kembali dan juga merupakan event internasional pertama bagi Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao, sejak proses transisi politik dimulai di Cina.

Gillard mengatakan, ia memberi selamat kepada kedua pemimpin dan Australia ingin terus menjalin hubungan kuat dengan kedua negara.

"Kita mempunyai hubungan yang mendapat dan kokoh dengan Cina, dan satu hal yang saya kemukakan kepada Perdana Menteri Wen adalah Australia menginginkan kelanjutan hubungan bahkan setelah transisi kepemimpinan," katanya.

"Saya ingin pergi ke Cina setelah transisi selesai, dan mempunyai kesempatan untuk bertemu langsung dengan para pemimpin yang baru ... jadi saya memperkirakan akan pergi ke Cina pada paruh pertama tahun depan."

Pada KTT Asia Timur, Perdana Menteri Gillard juga mengumumkan janji bantuan 50-juta dolar untuk pemberantasan perdagangan manusia.