Israel, Hamas sepakati gencatan senjata Gaza

Israel, Hamas sepakati gencatan senjata Gaza

Israel, Hamas sepakati gencatan senjata Gaza

Diperbaharui 22 November 2012, 10:19 AEST

Suatu gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah resmi diberlakukan setelah kekerasan selama lebih dari seminggu di dan sekitar Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 150 orang.

Tidak lama setelah gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 9:00 malam waktu setempat, sejumlah orang Palestina turun ke jalan di Gaza untuk merayakan, melepaskan tembakan ke udara dan membunyikan klakson mobil. Suara pesawat tak berawak Israel masih terdengar di udara.

Berbicara pada konferensi pers bersama di Kairo sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton, dan Menteri Luar Negeri Mesir, Mohammed Kamel Amr, mengumumkan bahwa persetujuan gencatan senjata telah tercapai. 

"Amerika Serikat menyambut gembira persetujuan gencatan senjata hari ini. Di hari-hari mendatang, Amerika Serikat akan bekerja sama dengan mitra-mitra di kawasan untuk mengkonsolidasikan kemajuan ini," kata Clinton.

Sementara gencatan senjata mulai diberlakukan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengindikasikan bahwa jika persetujuan yang ditengahi Mesir itu sampai gagal, maka Israel akan mempertimbangkan "aksi militer yang lebih keras" terhadap wilayah Palestina.

Tapi tidak lama sebelumnya, kantor Netanyahu mengeluarkan sebuah statement yang mengatakan bahwa ia siap berdamai.

"Beberapa saat lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbicara dengan Presiden Barack Obama dan menyetujui rekomendasinya untuk menyepakati usul gencatan senjata yang diajukan Mesir, sehingga membuka kemungkinan bagi stabilisasi situasi dan ketenangan," kata kantor Netanyahu dalam sebuah statement.

Obama memuji Netanyahu.

"Presiden memuji Perdana Menteri Netanyahu yang telah menyetujui usul gencatan senjata Mesir, sebagaimana direkomendasikan, tapi juga menegaskan kembali bahwa Israel mempunyai hak untuk membela diri," kata Gedung Putih.

Berdasarkan persetujuan gencatan senjata itu, Hamas menerima jaminan bahwa Israel akan berhenti mengasasinasi pemimpin-pemimpin Hamas dan blokade atas Gaza akan dilonggarkan.

Di pihaknya Hamas setuju menghentikan semua tembakan rudal ke Israel dari Gaza.

Persetujuan itu tercapai setelah sehari berlangsung kegiatan diplomatik - dipimpin oleh Clinton dan Sekjen PBB, Ban Ki-moon, dan sempat diwarnai dengan kekerasan lintas perbatasan lagi antara Israel dan militan di Gaza.
Harapan bagi gencatan senjata sempat redup hanya beberapa jam sebelumnya ketika sebuah bom menyerang sebuah bis di Tel Aviv, melukai 17 orang dan menebar kepanikan.
Ledakan itu terjadi sangat dekat dengan Kementerian Pertahanan Israel dan segera dikecam oleh jurubicara Netanyahu di Twitter: "Ini adalah serangan teroris".
Segera setelah ledakan bis itu, Israel melancarkan serangan udara lagi terhadap kota Gaza, menewaskan enam orang Palestina .