Setelah 60 tahun, mahasiswa Colombo Plan reuni

Setelah 60 tahun, mahasiswa Colombo Plan reuni

Setelah 60 tahun, mahasiswa Colombo Plan reuni

Terbit 22 November 2012, 14:04 AEDT

Sekelompok mahasiswa dari Asia yang pertama belajar di Australia di tahun-tahun 1950-an telah kembali ke New South Wales untuk peringatan 60 tahun Colombo Plan.

Colombo Plan, sebuah prakarsa regional yang difokuskan pada pendidikan dan kemampuan teknis, memberi bea siswa kepada sekitar 20,000 mahasiswa antara 1952 dan 1985.

Universitas New South Wales adalah yang pertama menerima para mahasiswa dengan bea siswa dari negara-negara kawasan untuk belajar.

Tennyson Rodrigo, kini 82 tahun, termasuk diantara mereka yang datang dari Ceylon (sekarang Sri Lanka) untuk belajar Teknik Kimia di Australia.

"Saya membayangkan sebuah universitas yang sangat maju dalam arti bangunan fisiknya dan lain-lain,"

"Tapi ternyata daerah itu masih pada tahap awal industri di New South Wales - jadi kesan pertama tidak terlalu menarik - tapi saya segera menyesuaikan diri."

"Pada dasarnya saya tidak menemui kesulitan menyesuaikan di Australia, meskipun sedikit bermasalah dengan aksennya."

60 tahun kemudian, University of New South Wales (UNSW) menyelenggarakan reuni bagi para mantan mahasiswa dari Indonesia, Vietnam, Singapura dan Ceylon.

Rodrigo mengatakan, ia dan rekan-rekannya yang tiba dibawah Colombo Plan mempunyai rasa tanggung-jawab yang kuat.

"Kami merasa bahwa datang ke Australia dengan bea siswa Colombo Plan adalah pengalaman sebagai perintis, " katanya.

"Dan kembali pulang setelah menyelesaikan studi, tentu saja, saya mempunyai perasaan bahwa kami memberi kontribusi bagi pembangunan negara."

Peringatan 60 tahun Colombo Plan itu bertepatan saat Australia membahas Buku Putih Abad Asia, yang difokuskan pada memperdalam hubungan regional dan meningkatkan pengetahuan tentang Asia di kalangan orang Australia.

Rodrigo mengatakan, Australia sekarang ini sangat berbeda dengan yang pertama dialaminya di tahun-tahun 1950-an.

"Saya tidak dapat melukiskan dengan kata-kata betapa Australia sudah berubah dalam kurun waktu 60 tahun," katanya.

"Selama 50 tahun terakhir dunia mengalami perubahan, lebih banyak daripada selama 200 tahun terakhir, dan Australia adalah salah-satu contohnya - Australia berubah, bukan hanya dalam arti lingkungan fisiknya ... tapi juga komposisi demografinya sudah sangat berubah."