Tentara Australia mulai ditarik dari Timor Leste

Tentara Australia mulai ditarik dari Timor Leste

Tentara Australia mulai ditarik dari Timor Leste

Diperbaharui 22 November 2012, 11:41 AEST

Tentara Australia yang masih tersisa di Timor Leste akan mulai ditarik dari negara itu.

Sebuah upacara pada hari Rabu dilangsungkan di Dili untuk menandai berakhirnya Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) pimpinan Australia.

Panglima Pasukan Pertahanan Australia, Jendral David Hurley, mengatakan, misi pasukan tersebut telah berakhir.

"Pasukan Stabilisasi Internasional akan menghentikan operasi keamanan di negara ini dan mulai memulangkan peralatan dan personilnya ke Australia dan Selandia Baru," katanya.

Pasukan Stabilisasi Internasional dibentuk ketika terjadi krisis keamanan di Timor Leste 2006.

Pada puncaknya, pasukan itu berkekuatan lebih dari seribu tentara.

Sebagian besar dari 400 tentara yang masih berada di Timor Leste adalah dari Australia.

Jendral Hurley berterima kasih kepada mereka.

"Selama lebih dari enam tahun, Pasukan Stabilisasi Internasional telah memberikan keamanan kepada tetangga terdekat dan sahabat kita," katanya.

Perdana Menteri TImor Leste, Xanana Gusmao, mengatakan, bantuan internasional dibutuhkan untuk memadamkan kekerasan yang meluas waktu itu.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Timor Leste, saya berterima kasih kepada Australia dan Selandia Baru dan para tentara yang berani yang bertugas dalam ISF membantu kami mewujudkan stabilitas," katanya.

Penarikan personil dan peralatan akan berlangsung hingga April tahun depan.

Sebuah program pertahanan terpisah untuk membantu melatih militer Timor Leste akan tetap berada di negara itu.

Penarikan tentara Australia itu bertepatan waktu dengan berakhirnya misi pemelihara perdamaian PBB yang selama ini mendukung kepolisian Timor Leste.


 

 

\