Demo buruh tolak Sistem Jaminan Sosial Nasional

Demo buruh tolak Sistem Jaminan Sosial Nasional

Demo buruh tolak Sistem Jaminan Sosial Nasional

Diperbaharui 23 November 2012, 9:15 AEST

Hingga 10,000 buruh turun ke jalan di Jakarta memrotes upah yang rendah dan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang memotong upah mereka untuk pelayanan kesehatan.

Hampir 20,000 polisi dan tentara dikerahkan di Jakarta untuk menjaga demonstrasi yang diselenggarakan oleh serikat-sekitar buruh Indonesia itu.

Pihak serikat buruh mengatakan, Sistem Jaminan Sosial Nasional seharusnya tanggung-jawab pemerintah dan para buruh seharusnya tidak diwajibkan menyumbang dua persen dari upah mereka untuk dana tersebut.

Pemimpin Umum koran Sinar Harapan, Aristides Katoppo, mengatakan, banyak buruh juga kuatir kontribusi mereka tidak diurus dengan benar oleh birokrasi.

"Satu alasannya adalah para buruh tidak percaya kalau birokrasi yang mengurus pemotongan upah akan menjalankan tugasnya dengan efisien dan efektif, mereka menuduh kemungkinan besar akan dikorupsi," katanya kepada Radio Australia.

 
Para buruh juga menuntut kenaikan UMR dan implementasi kebijakan pemerintah untuk melarang outsourcing.
 
Tuntutan ini juga menjadi fokus pada aksi demo serupa pada awal Oktober, dimana lebih dari 2 juta buruh melakukan aksi mogok di Indonesia.
 
Menurut Aristides Katoppo, pemerintah perlu bertindak untuk menghapuskan persepsi sekarang ini bahwa pemerintah lebih memperhatikan keprihatinan para majikan daripada buruh.
 
"Saya pikir pemerintah seharusnya mengambil sikap yang tegas, menjelaskan kebijakannya dan pada waktu yang sama menunjukkan bahwa mereka memberi perhatian yang sama atau peduli dengan sudut pandang buruh, untuk berunding dengan buruh maupun majikan," katanya.