Audit terhadap perusahaan penerbangan AirAsia temukan sejumlah masalah

Audit terhadap perusahaan penerbangan AirAsia temukan sejumlah masalah

Audit terhadap perusahaan penerbangan AirAsia temukan sejumlah masalah

Diperbaharui 24 November 2012, 11:52 AEDT

Perusahaan penerbangan AirAsia kini hanya mendapat ijin terbang selama enam bulan menyusul audit yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia dimana ditemukan sejumlah persoalan.

Umumnya standard  ijin terbang yang mengijinkan perusahaan penerbangan swasta melakukan operasinya mendapat ijin dengan  jangka waktu dua tahun, akan tetapi pejabat departemen perhubungan memutuskan ijin Air Asia hanya berlaku hingga 31 Maret tahun depan. Setelah itu  Air Asia harus kembali memperpanjang ijin terbang.

Menurut harian SunBiz, perusahaan penerbangan dengan biaya termurah di Asia itu tidak memenuhi standard penerbangan yang telah ditetapkan. Diberitakan lebih jauh, hasil audit menunjukkan lemahnya standar operasional penerbangan termasuk diantaranya komunikasi antara operator penerbangan dan para pilot, serta panduan penerbangan yang tidak up to date dan sesuai dengan prosedur.

SunBiz juga memberitakan Kepala Operasi Penerbangan AirAisa sudah diganti dari jabatannya. 

AirAsia sejauh ini tidak membalas permintaan interview menyangkut ijin penerbangan. 

"Sejauh ini pesawat-pesawat AirAsia belum dikandangkan, ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi AirAsia bukan masalah keamanan penerbangan yang serius, akan tetapi tindakan pemerintah tersebut memberikan pesan adanya peringatan," ujar sebuah sumber kepada SunBiz.

AirAsia berkembang cukup pesat dan menjadi cerita sukses di industri penerbangan, sementara itu kompetitor utama mereka yakni perusahaan penerbangan nasional Malaysia yakni Malaysia Airlines masih berjuang untuk keluar dari kesulitan.