Korsel diminta segera kembalikan kepercayaan publik atas PLTN

Korsel diminta segera kembalikan kepercayaan publik atas PLTN

Korsel diminta segera kembalikan kepercayaan publik atas PLTN

Diperbaharui 24 November 2012, 12:41 AEDT

Badan Energi Atom Internasional atau International Atom Energy Agency (IAEA) menyatakan Korsel perlu membangun kepercayaan masyarakat atas terkait dengan energi Nuklir yakni dengan meningkatkan transparansi dan aturan yang ketat, menyusul kekhawatiran terhadap keamanan PLTN sehingga sejumlah PLTN ditutup dan sehingga Korsel menghadapi kemungkinan mati listrik selama musim dingin.

Dalam laporan yang mengungkap kebijakan energi Korsel dimana disebutkan IAEA mendukung program nuklir. Namun demikian banyak hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat mengingat sektor ini mendapat pengawasan yang cukup ketat secara global menyusul bencana nuklir Fukushima tahun lalu.

"Melihat kenyataan kebutuhan yang semakin meningkat akan energi dan Korsel sendiri tidak mempunyai banyak sumber daya energi, maka kebijakan tersebut cukup masuk akal,' kata Maria van der Hoeven, direktur eksekutif IAEA.

"Namun demikian sejumlah insiden yang terjadi baru-baru ini pada sejumlah fasilitas nuklir mesti menjadi peringatan kepada pemerintah bahwa otoritas pengawas nuklir mesti menjaga kredibilitasnya dan mempunyai tenaga yang handal serta mampu melakukan keputusan yang independen."

Korsel adalah negara dengan ekonomi terbesar ke-empat di Asia, akan tetapi tidak mempunyai banyak cadangan energi dan menggantungkan kebutuhan energi dari import minyak dan gas. Sementara 23 PLTN yang ada saat ini hanya mampu memenuhi sepertiga kebutuhan energi. Direncanakan Korsel akan membangun lebih dari 11 PLTN pada tahun 2024.