SEAPA serukan perlindungan terhadap wartawan

SEAPA serukan perlindungan terhadap wartawan

SEAPA serukan perlindungan terhadap wartawan

Diperbaharui 24 November 2012, 10:02 AEDT

Aliansi Wartawan Asia Tenggara atau SEAPA yang berbasis di BanGkok menyerukan agar pemerintah di kawasan Asia Tenggara melindungi wartawan dan para komentator atas hak menggunakan pendapat serta kebebasan pers.

Seruan SEAPA ini dilakukan saat sejumlah aktivis media di seluruh dunia memperingati Hari Internasional Mengakhiri Impuniti yang jatuh bersamaan dengan peringatan pembunuhan massal Maguindanao tahun 2009.

Kepada Radio Australia, Direktur Eksekutif SEAPA Gayathry Venkiteswaran menyatakan peringatan Hari Internasional Mengakhiri Impunity adalah mengingatkan masyarakat bahwa setiap tahun sejumlah orang yakni wartawan, penduduk desa, bloggers, kartunis, penulis lagu, pengacara dan pembela hak asasi manusia berjuang menghadapi serangan dari kekerasan atau tindakan yang tidak dibenarkan secara hukum.

"SEAPA telah melakukan monitoring terhadap segala bentuk ancaman yang dihadapi wartawan dan kami melihat munculnya trend dimana ancaman kini muncul baik menggunakan kekerasan atau tindakan yang tidak dibenarkan misalnya menggunakan hukum untuk menghukum mereka yang menggunakan media untuk menyampaikan pikirannya," kata Gayathry.

Lebih jauh Gayathry menjelaskan pada tahun ini saja lebih dari 100 kasus ancaman terhadap wartawan, sebagian bahkan kehilangan nyawanya.