Indonesia dan Radio Australia: pelajari masa lalu, hadapi masa depan

Indonesia dan Radio Australia: pelajari masa lalu, hadapi masa depan

Indonesia dan Radio Australia: pelajari masa lalu, hadapi masa depan

Diperbaharui 5 December 2012, 17:26 AEST

Melalui siaran radio, televisi, dan internet kita telah berjalan dan bercerita di atas jalur-jalur sejarah Australia, Indonesia, dan dunia selama 70 tahun. Kini kami ingin, bersama Anda, menelusuri jalur-jalur baru yang penuh tantangan dan kesempatan. Bersama Anda, kita jelajahi berbagai cerita-cerita, pelajari masa lalu, dan kita hadapi masa depan di Australia, Indonesia, dan dunia.

Radio Australia kini tidak hanya dapat dinikmati melalui siaran radio gelombang pendek dan mitra siaran radio kami yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Menjawab tantangan jaman, kami pun melakukan transformasi dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang semakin pesat. Kini kami telah hadir dengan tampilan baru dalam bentuk online dan juga hadir di jejaring sosial Facebook.

Dan untuk merayakan 70 tahun siaran Radio Australia Bahasa Indonesia, kami menggunakan berbagai media ini untuk menjelajahi isu-isu penting yang menyentuh Australia, Indonesia, dan Anda. Tentu saja semua kami lakukan dengan memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik yang telah kami pegang selama 70 tahun terakhir.

Di minggu pertama, kita lihat berbagai tantangan yang dihadapi oleh dunia media di Indonesia. Kami berbincang-bincang dengan ahli dan pemimpin redaksi dari Australia dan Indonesia dan bertanya: "Apa sebenarnya tugas media dalam masyarakat, dan apa tantangan yang kita hadapi?"

Dalam minggu kedua, kita akan lihat sebuah isu yang telah sangat relevan selama sejarah Radio Australia siaran di Indonesia, yaitu pendidikan. Dan isu ini akan terus relevan, termasuk dalam bagaimana Australia dan Indonesia membangun hubungan melalui pendidikan.

Dan minggu-minggu berikutnya, kami akan menjelajahi berbagai tema, termasuk tema diskusi antar generasi, misalnya dengan menerbitkan cerita tentang Pak Muhadi, seorang mantan anggota Tentara Pelajar pada tahun 1947 yang diwawancarai oleh penulis muda dari Indonesia, Andina Dwifatma.

Masih ada lagi berbagai cerita dan rencana menarik yang sedang kami bungkus rapi untuk kami sediakan untuk Anda, karena untuk perayaan 70 tahun ini, kami tidak ingin sekedar merayakan dan mengingat masa lalu. Tapi kami ingin, bersama Anda, mempelajarinya, dan bersama Anda, berjalan bersama untuk mempelajari dan menghadapi tantangan masa depan. Kami tunggu keterlibatan Anda.

Kunjungi laman khusus perayaan 70 Tahun Radio Australia Indonesia untuk membaca berbagai cerita dan berita ini.

Komentar

Komentar tidak akan diterbitkan sebelum dimoderatori. Dengan meninggalkan komentar, Anda setuju mengikuti tata tertib.