Kebakaran di pabrik garmen Bangladesh, 112 tewas

Kebakaran di pabrik garmen Bangladesh, 112 tewas

Kebakaran di pabrik garmen Bangladesh, 112 tewas

Diperbaharui 26 November 2012, 9:36 AEDT

Suatu kebakaran di pabrik garmen Bangladesh telah menewaskan paling tidak 112 orang.

Regu penyelamat mengeluarkan lebih dari 100 mayat pada hari Minggu setelah pabrik garmen di pinggiran ibukota, Dhaka, terbakar, mengakibatkan banyak pegawai terpaksa terjun dari jendela yang tinggi untuk menyelamatkan diri.

Diperlukan beberapa jam untuk memadamkan api, yang mulai tercetus di lantai dasar pabrik berlantai sembilan itu pada Sabtu malam.
 
Menurut salah seorang pegawai yang selamat, ada lebih dari seribu orang pegawai terkurung dalam pabrik selagi kebakaran terjadi.
 
Pabrik itu membuat pakaian untuk merek-merek internasional seperti merek Belanda, C&A, dan merek Hong Kong, Li & Fung.
 
Bangladesh merupakan eksportir garmen terbesar dunia setelah Cina, dimana garmen merupakan 80 persen dari ekspor tahunannya yang bernilai 24 milyar dollar.
 
Akan tetapi standard keamanan di pabrik-pabrik di sana tidak memadai dan setiap tahun terjadi puluhan kecelakaan.
 
Menurut kelompok hak buruh industri tekstil yang berbasis di Amsterdam, Kampanya Pakaian Bersih, sejak tahun 2006 paling tidak 500 orang buruh industri garmen di Bangladesh tewas dalam kebakaran pabrik.
 
Sebelumnya tahun ini, lebih dari 300 pabrik di ibukota ditutup selama hampir seminggu, sewaktu buruhnya menuntut upah yang lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik.
 
Penyebab kebakaran hari Minggu itu belum diketahui, tapi kebakaran yang timbul karena korslet dan pemasangan listrik yang sembarangan banyak terjadi di pabrik-pabrik garmen Bangladesh.