Pemerintah Australia tolak tudingan Amnesty International mengenai Pencari Suaka

Pemerintah Australia tolak tudingan Amnesty International mengenai Pencari Suaka

Pemerintah Australia tolak tudingan Amnesty International mengenai Pencari Suaka

Diperbaharui 27 November 2012, 12:54 AEDT

Pemerintah Australia menolak tudingan Amnesty International bahwa situasi pencari suaka di Nauru 'jauh dari situasi ideal'.

Kordinator pengungsi Amnesty Internasional, Graham Thom, menemui sejumlah pejabat di kantor kementrian Imigrasi hari Senin kemarin guna membicarakan hasil kunjungan Amnesty Internasinal di Nauru minggu lalu.

"Saya kira mereka mengetahui situasi di pusat tahanan pencari suaka sekarang ini yang jauh dari kondisi ideal. Para pencari suaka menginginkan struktur permanen di sana, mereka ingin bebas bepergian dan pemrosesan visa," kata Dr. Thorm kepada Radio Australia.

Namun demikian kantor Imigrasi menolak bahwa hal tersebut terungkap dalam pertemuan hari Senin kemarin.

"Sama sekali tidak benar dan dipahami dengan tidak benar apa yang dikatakan dalam pertemuan hari Senin. Pemerintah selalu mengatakan - seperti yang direkomendasik sejumlah ahli - dengan segera dibangunnya pemrosesan pencari suaka di Nauru maka fasilitas sementara akan tersedia dan kemudian menjadi struktur yang permanen secepat mungkin, " kata juru bicara kantor imigrasi dalam sebuah pernyataan.

Dr Thom mengatakan pencari suaka di Nauru semakin bertambah stress karena tidak banyak kemajuan yang terjadi terhadap proses visa mereka untuk bisa masuk ke Australia.

Lebih jauh ia mengaku kecewa dengan pengumuman pemerintah Australia minggu lalu yang menyatakan akan membebaskan pencari suaka untuk bisa masuk dalam masyarakat di Australia dengan menggunakan visa sementara sementara mereka menunggu visa protection atau perlindungan keluar.

"Kami saat itu di Nauru ketika pengumuman tersebut dan benar-benar menyedihkan bagi para pria yang ada disana. Mereka tidak bisa mengerti mengapa kebijakan tersebut keluar." tambah Dr. Thorm.

Para aktifis pencari suaka mencemaskan kondisi seorang pencari suaka dari Iran, Omid, yang kini melakukan mogok makan selama lebih dari sebulan.

Omid meninggalkan rumah sakit kemarin dan dibawa kembali ke pusat tahanan pencari suaka karena rumah sakit tidak lagi mampu merawat Omid. 

Sementara itu juru bicara kantor Imigrasi mengatakan bahwa Omid tengah dirawat oleh seorang tenaga medis di pusat tahanan pencari suaka, dan diminta untuk makan dan minum.

Graham Thom  mengatakan kondisi Omidi sangat buruk minggu lalu.

Ia kehilangan berat badan lebih dari 19 kg, mengeluhkan sakit perut yang parah dan terlihat sangat sakit.

" Kami bukan tenaga medis, akan tetapi kami cukup khawatir dengan apa yang terjadi pada Omid".