Perdana Menteri Israel Ehud Barak mundur secara mengejutkan

Perdana Menteri Israel Ehud Barak mundur secara mengejutkan

Perdana Menteri Israel Ehud Barak mundur secara mengejutkan

Diperbaharui 27 November 2012, 12:53 AEDT

Menhan Israel Ehud Barad, sekutu terdekat perdana menteri Israel Benjamin Nentayahu, mengagetkan banyak kalangan dengan mundur dari dunia politik.

Pengunduran diri ini dilakukan hanya beberapa bulan sebelum pemilu dilaksanakan sehingga muncul spekulasi bahwa  veteran politisi yang berusia 70 tahun itu kemungkinan tidak akan mundur dari politik.

Namun demikian Barak mengatakan bahwa ia akan tetap pada posisinya sebagai menteri hingga pemerintah hasil pemilu  Januari tahun depan membentuk pemerintah baru.

Barak merasa bahwa sudah saatnya orang lain mengisi jabatan senior di pemerintahan.

Barak adalah mantan perdana menteri. Ia menjadi menteri pertahanan sejak tahun 2007 lalu. Ia juga arsitek dibelakang kebijakan Israel yang cukup keras menghadi program nuklir Iran.

"Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kehidupan politik dan tidak akan berpartisipasi dalam pemilu Knesset mendatang," ujar Barak.

"Saya akan menyelesaikan tugas saya sebagai menteri pertahanan hingga dibentuknya pemerintahan baru tiga bulan mendatang."

"Persoalan Iran tetap menjadi soal penting, meskipun saya telah meninggalkan posisi saya sebagai Menhan. Soal Iran tetap menjadi pusat perhatian dalam aganda Israel."

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, ia menyatakan 'menghormati keputusan Ehud Barak dan mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang telah dijalin dalam pemerintahnya . Netanyahu juga menghargai sumbangsih Barak yang cukup besar bagi negara.

Sejumlah analis politik berspekulasi kemungkinan ia akan bergambung dengan partai politik lain mendekati pemilu yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2013.

Banyak yang mencurigai bahwa ia kemungkinan bermitra dengan mantan Menlu Tzipi LIvni setelah Livni kalah dalam pemilu dan mundur dari partai Kadima.

Namun banyak juga yang percaya bahwa ia memang benar mundur dari kehidupan politik, sebuah keputusan untuk menghentikan hiruk pikuk kehidupan pada dirinya.

Pada bulan Januari, ia mundur dari partai Buruh dimana ia menghabiskan waktunya di partai tersebut.. Ia kemudian muncul sebagai faksi independen dalam pemerintahan Netanyahu.

Namun ia kemudian mendukung partai Buruh masuk dalam Koalisi lagi, bertentangan dengan apa yang menjadi keinginan anggota partai Buruh yang menolak  menjadi pendukung pemerintahan Benjamin Netanyahu