Sekjen ASEAN bangga akan reformasi yang terjadi di Myanmar

Sekjen ASEAN bangga akan reformasi yang terjadi di Myanmar

Sekjen ASEAN bangga akan reformasi yang terjadi di Myanmar

Diperbaharui 27 November 2012, 8:40 AEST

Sekjen ASEAN Dr Surin Pitsuwan mengaku bangga dengan peran ASEAN yang mendorong keterbukaan Myanmar selama masa kerjanya.

Dr Surin Pitsuwan mengakhiri lima tahun masa tugasnya sebagai Sekjen ASEAN pada bulan Desember dan digantikan oleh Deputi Menlu Vietnam Le Luong Minh.

Kepada Radio Australia ia menyatakan bahwa peran ASEAN saat terjadi badai Nargis tahun 2008 lalu dimana setidaknya 138 ribu orang tewas, telah menjadi awalan bagi Myanmar untuk melakukan kontak dengan dunia luar khususnya Barat.

"Kami membawa Myanmar ke dunia, kami membawa PBB masuk," Kata Dr. Surin.

"Myanmar masuk dalam kategori yang berbeda, negara yang berbeda, dan hal yang cukup membanggakan adalah pengalaman untuk membuka diri bagi Myanmar. "

"Dalam hal ini saya pikir ASEAN memberikan kontribusi sehingga mereka bisa berhubungan dengn dunia luar, meningkatkan situasi nyaman bagi kepemimpinan Myanmar dan juga rakyatnya, demikian juga dunia, jadi tidak sangat bermusuhan."

Dr Pitsuwan mengatakan munculnya ASEAN sebagai pemain yang cukup penting di kawasan menjadi bukti dengan hadirnya Amerika dan China dalam KTT di Kamboja minggu lalu yang juga membawa tantangan tersendiri. 

"Saya pikir, kami menyadari bahwa kami mesti menjadi penengah yang netral dalam kekuatan besar yang ingin bermain, kalau boleh saya menggunakan istilah, di antara dan di tengah-tengah kekuatan besar disekeliling kita," ujarnya lebih jauh. .

"Kami tidak mampu melakukannya sendiri, untuk mencapai tujuan kami, visi kami bersama sebagai satu komunitas dalam 10 negara, kami mesti melibatkan semuanya."

KTT di Kamboja minggu lalu dibayangi dengan perselisihan sejumlah negara dengan China atas kedaulatan dengan sejumlah pulau di Laut China Selatan.

Dr Pitsuwan mengatakan masalah tersebut akan terus menjadi tantangan, akan tetapi ia yakin Forum ASEAN dapat mendiskusikan persoalan tersebut dengan  cara yang beradab.