Sirup obat batuk beracun menewaskan 16 orang

Sirup obat batuk beracun menewaskan 16 orang

Sirup obat batuk beracun menewaskan 16 orang

Diperbaharui 27 November 2012, 8:34 AEDT

Setidaknya 16 orang tewas setelah minum sirup obat batuk beracun di Lahore, Pakistan.

Hal ini menyebabkan otoritas setempat menutup tiga apotik dan sebuah pabrik obat.

Menurut kepala polisi setempat, Atif Zulfiqar, kematian beruntun tersebut terjadi di kawasan Shadra sejak hari Jumat hingga hari Minggu dimana sebagian besar korban adalah pencandu narkoba yang menenggak obat untuk bisa 'melayang' mengatasi kecanduannya.

Skandal ini muncul menyusul 100 orang pasien penyakit jantung di Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan, meninggal dunia setelah minum obat bermasalah yang dibuat secara lokal.

"Setidaknya 16 orang - sebagian besar adalah pencandu narkoba- tewas setelah minum sirup beracun," kata Zulfiqar.

"Beberapa korban ditemukan tewas  di kuburan dimana para pencandu mengunakan kuburan sebagai tempat untuk  menggunakan bermacam-macam narkoba."

Tujuh orang lainnya meninggal di rumah sakit.

Tiga apotik telah ditutup dan pemiliknya telah ditahan.

Penasehat Departemen Kesehatan di propinsi Punjab, Khawaja Salman Rafiq mengatakan semua sirup obat batuk akan disita dari semua apotik.

Lebih jauh Rafiq mengatakan inspektur kesehatan juga telah menutup satu pabrik obat dan mengirim semua sampelnya untuk dianalisa lebih jauh di laboratorium.

"Kepala Menteri Punjab Shahbaz Sharif telah memerintahkan dilakukannya penyelidikan dan laporan akan dibuat dalam 72 jam," kata Rafiq. 

Sementara itu dokter Tahir Khalil di rumah-sakit Lahore mengatakan 20 korban sirup obat batuk beracun itu rata-rata berusia 15 hingga 45.

Mereka dibawa ke rumah sakit setelah minum sirup obat batuk tersebut dan sebagian besar mempunyai sejarah sebagai pencandu narkoba.

"Salah seorang korban dalam kondisi kritis dan meninggal hari ini, sehingga jumlah total korban yang meninggal di rumah sakit semuanya tujuh orang, " kata dr. Khalil.

"Enam orang lainnya selamat dan telah dipulangkan setelah menjalani perawatan, sementara tujuh orang lainnya harus dirawat di rumah sakit. "