Bangladesh berkabung, polisi cari boss pabrik garmen yang buron

Bangladesh berkabung, polisi cari boss pabrik garmen yang buron

Bangladesh berkabung, polisi cari boss pabrik garmen yang buron

Diperbaharui 28 November 2012, 12:22 AEST

Pemerintah Bangladesh menyatakan hari berkabung menjelang pemakaman massal para korban kebakaran pabrik garmen Sabtu lalu, sementara polisi mencari pemimpin pabrik yang kini buron.

Pemerintah Bangladesh menyatakan hari berkabung menjelang pemakaman massal pertama bagi lebih dari 100 orang korban kebakaran di pabrik garmen di pinggir kota Dhaka pada akhir pekan lalu.

Penyebab kebakaran di pabrik Tazreen yang membuat pakaian murah bagi perusahaan-perusahaan Barat itu masih belum jelas, tapi menurut para saksimata, di pabrik itu tidak terdapat pintu darurat yang memadai.
 
Polisi di Bangladesh mencari pemimpin pabrik garmen yang buron, setelah muncul klaim bahwa para buruh diberi tahu bahwa alarm kebakaran yang berbunyi hanyalah merupakan latihan biasa.
 
Pada hari Senin ribuan buruh tekstil yang marah berdemonstrasi di daerah pinggiran kota Dhaka, menuntut dihukumnya mereka yang bertanggungjawab atas malapetaka itu.
 
Kebakaran itu telah menyebabkan disorotinya perusahaan-perusahaan retail global yang menggunakan pemasok garmen dri Bangladesh, dimana ongkos buruh rendah, sebagian hanya mendapatkan upah dibawah sekitar 400-ribu rupiah.
 
Kelompok-kelompok hak asasi menyerukan perusahaan-perusahaan merek terkenal untuk melakukan program keamanan kebakaran.
 
Perusahaan retail Amerika, Walmart --yang adalah perusahaan retail terbesar dunia-- telah memutuskan hubungan dengan salah satu pemasok Bangladesh yang dikatakan telah mengsubkontrak pabrik garmen itu tanpa seizin Walmart.
 
Sementara sejumlah perusahaan retail lain seperti Gap dan Nike buru-buru membantah punya kaitan dengan pabrik itu.
 
Pemerintah Bangladesh telah membentuk dua tim pengusutan dalam upaya menentukan penyebab kebakaran Sabtu malam yang menelan 111 korban jiwa  di pabrik yang terletak sekitar 30 kilometer di luar ibukota, Dhaka.
 
Standard keamanan yang longgar, pemasangan kabel listrik yang sembrono dan ruangan yang penuh-sesak dikatakan merupakan penyebab banyak kebakaran pabrik yang terjadi setiap tahunnya di Bangladesh. 
 
Paling tidak 500 orang buruh industri garmen tewas dalam kebakaran pabrik di Bangladesh sejak tahun 2006, menurut pihak pemadam kebakaran.
 
Di Bangladesh terdapat sekitar 4500 pabrik garmen, dan negara itu merupakan eksportir garmen terbesar dunia setelah Cina, dimana garmen merupakan 80 persen dari ekspor tahunannya yang bernilai 24 milyar dollar.