Bangladesh tahan tiga manager perusahaan garmen terkait kebakaran

Bangladesh tahan tiga manager perusahaan garmen terkait kebakaran

Bangladesh tahan tiga manager perusahaan garmen terkait kebakaran

Terbit 29 November 2012, 7:21 AEDT

Polisi Bangladesh telah menahan tiga manager perusahaan garmen yang mengalami kebakaran akhir pekan lalu hingga menewaskan 110 orang.

Polisi di Dhaka mengatakan tiga manager tersebut ditahan karena mereka mengatakan kepada para buruh garmen yang panik untuk tidak perlu khawatir ketika api mulai menyala.

"Korban yang selamat mengatakan kepada kami bahwa para manager tersebut tidak mengijinkan para pekerja untuk menyelamatkan diri dari api dan menyatakan bahwa api tersebut adalah api latihan pemadam kebakaran. Sejumlah tuduhan lain juga muncul bahwa mereka bahkan mengunci pintu. "kata kepala polisi setempat Habibur Rahman

Para korban yang selamat dan saksi mata mengatakan kepada kantor berita AFP bagaimana para buruh, sebagian besar adalah wanita, beruapaya untuk menyelamatkan diri dari pabrik garmen yang terbakar. Pabrik tersebut menyuplai baju-baju merek terkenal termasuk diantaranya Walmart, perusahaan baju Eropa C&A dan juga perusahaan yang bermarkas di Hongkong Li & Fung. 

Dua tim penyelidik pemerintah telah dibentuk untuk mengetahui penyebab kebakaran terburuk dalam sejarah industri garmen di Bangladesh. Industri ini mempekerjakan sekitar tiga juta orang dan menjadi tulang punggung perekonomian Bangladesh.

Institut Buruh Global dan Hak asasi manusia yang berbasis di Amerika menyatakan para pemilik pabrik tersebut dianggap telah melakukan perbuatan kriminal karena lalai.

"Sejumlah pekerja yang kami maksud tengah berada di lantai lima, dan mereka berhasil turun ke lantai tiga, akan tetapi manager produksi menutup pintu dan mengunci dari luar dan tidak mengijinkan mereka untuk turun ke lantai bahwa keluar, " kata direktur Institut Buruh Global dan Hak asasi manusia, Cahrles Kernaghan kepada Radio Australia.

"Karena itu mereka terjebak api. Ini adalah tindakan kriminal, mereka terjebak di dalam karenanya banyak buruh yang tewas, setidaknya 112 orang tewas, kemungkinan jumlah korban lebih banyak."

Perusahaan retail  Walmart telah memutus hubungan dengan perusahaan garmen tersebut yang mendapatkan kontrak kerja dari suplier tanpa ijin dari Walmart.