Eksportir buah-buahan dari Indonesia mengirim produk ke Australia

Eksportir buah-buahan dari Indonesia mengirim produk ke Australia

Eksportir buah-buahan dari Indonesia mengirim produk ke Australia

Terbit 29 November 2012, 13:08 AEDT

Industri buah-buahan segar di Indonesia untuk pertama kalinya berhasil mengirimkan produk buah-buahan ke Australia, dengan sampainya kiriman manggis hari ini (29/11).

Penanam buah-buahan di Indonesia sebelumnya tidak bisa menjual produk mereka ke Australia karena standar karantina Australia yang sangat ketat.

Pengiriman satu ton manggis ke Australia ini tiba di Sydney melalui jalur udara, dan diharapkan oleh pihak penjual akan menjadi sebuah awal perdagangan yang lebih besar lagi.

Kepala Badan Karantina Pertanian Indonesia, Banun Harpini, mengatakan perusahaan penjual tersebut kini bekerja dengan ratusan petani kecil untuk menanam dan memanen buah-buahan dan memastikan keperluan karantina Australia terpenuhi.

"Kami sangat, sangat bangga akan hal ini...bahwa kami bisa memasuki pasaran dengan standard yang tinggi," katanya.

Terobosan ini merupakan langkah penting bagi Indonesia yang ingin membuktikan bahwa produknya bisa bersaing secara internasional.

Komisioner PT Agung Mustika Selaras, Catherine Joemono, mengatakan perlu lebih dari enam tahun untuk membuktikan buah-buahan tropis itu bisa memasuki Australia yang sangat melindungi diri dari penyakit dan hama. 

Dwi Putra Setiawan, manajer pasar internasional untuk perusahaan tersebut, mengatakan kemampuan memenuhi keperluan karantina Australia ini memberi standard baru untuk bisa bernegosiasi dengan pasar internasional di wilayah lain.

"Jadi kapan pun kita bisa mengekspon ke Australia, kita bisa memenuhi standard, itu akan menjadi referensi yang bagus untuk kami dalam melakukan ekspor ke negara-negara lain," katanya.

Tapi perdagangan buah-buahan ini juga menjadi isu politik, karena Indonesia telah mendapat kritik sebelumnya setelah menerapkan aturan impor baru yang dianggap oleh beberapa pihak dilakukan secara sebagian untuk melindungi petani lokal.