Inggris kemungkinan abstein dalam pemilihan suara di PBB tentang Palestina

Inggris kemungkinan abstein dalam pemilihan suara di PBB tentang Palestina

Inggris kemungkinan abstein dalam pemilihan suara di PBB tentang Palestina

Diperbaharui 29 November 2012, 9:54 AEDT

Inggris telah mengindikasikan kemungkinan bergabung dengan Australia untuk abstein dari pemilihan suara di PBB untuk meningkatkan status diplomatik Palestina.

Peningkatan status Palestina dari status sebagai pengamat permanen di PBB dianggap sebagai langkah untuk mewujudkan Palestina sebagai negara.

Australia akan abstein dalam pemilihan suara tersebut setelah Perdana Menteri Julia Gillard menyatakan menyerah atas tekanan dari anggota kabinet awal minggu ini untuk bersikap netral.

Inggris menyatakan tidak akan menentang langkah untuk meningkatkan status Palestina menjadi negara pengamat non anggota, akan tetapi Menlu Inggris William Hague menyatakan ia masih ingin melihat sejumlah kepastian terlebih dahulu.

Lebih jauh Hague menyatakan Palestina harus bernegosiasi dengan Israel tanpa syarat.

"Tanpa adanya sejumlah kepastian tersebut, Inggris akan abstein dalam pemungutan suara," kata Hague.

"Hal ini akan sejalan dukungan Inggris  yang kuat terhadap prinsip negara Palestina, akan tetapi kekhawatiran kami adalah peningkatan status ini justru akan menjadikan proses perdamaian mundur ke belakang."

Hague juga mengatakan bahwa Palestina mesti berjanji untuk tidak menggugat Israel atas kejahatan perang melalui Pengadilan Internasional di Den Haag serta membenarkan bahwa resolusi PBB  tidak akan berlaku surut.

"Hingga pemungutan suara berlangsung, kami akan tetap terbuka mendukung resolusi PBB bila ada kepastian dari Palestina,"kata Hague di hadapan Parlement Inggris.

Namun nampaknya Inggris akan abstein setelah seorang pejabat Palestina menyatakan tidak akan ada perubahan dalam resolusi sebelum pemungutan suara.

"Saya bisa pastikan dalam text yang tercantum di meja, tidak akan dimodifikasi," kata Hanan Ashrawi, anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina.

Komentar Menlu Inggris Hague menunjukkan sikap Eropa yang terbelah.

Perancis telah memimpin sejumlah negara di Eropa untuk mendukung Palestina dalam pemungutan suara di PBB sehingga nantinnya mendapat pengakuan secara global.

Sementara Jerman menyatakan tidak akan ikut mendukung.

Meskipun tanpa suara Inggris, Palestina akan mendapatkan suara mayoritas yang didukung oleh sebagian besar 193 negara Majelis Umum PBB, walau mereka mendapat tentangan yang cukup kuat dari Amerika dan Israel.

Bersama dengan Perancis, negara-negara yang mendukung peningkatan status Palestina adalah Spanyol, Denmark, Yunani dan Swiss.