Zionis Australia berlatih siap berperang membela Israel

Zionis Australia berlatih siap berperang membela Israel

Zionis Australia berlatih siap berperang membela Israel

Diperbaharui 29 November 2012, 14:39 AEDT

Sejumlah anak-anak muda Australia siap mengambil resiko perang membela Israel bila muncul konflik dimasa mendatang

Sejumlah kelompok Zionis anak-anak muda Australia menyelenggarakan sejumlah aktifitas dan program pendidikan Yahudi untuk remaja Australia dengan harapan mereka akan dapat mendukung secara aktif membela Israel.

Bagi para Zionis muda, negara Israel merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan penganut Yahudi. Telah menjadi sebuah tradisi penganut Yahudi mereka meninggalkan negara mereka dan pindah ke Israel. Mereka menyebut pindah ke tanah Israel ini dengan sebutan  'Aliyah'.

Dalam empat tahun terakhir,  lebih dari 400 anak-anak muda Australia penganut Yahudi pindah ke Israel dan sebagian besar telah menjalani wajib militer.

Reuben Bolaffi yang menaungi sejumlah kelompok Zionis anak-anak muda menilai konflik yang baru saja terjadi antara Israel dan Palestina semakin memperkuat dukungan terhadap Israel sebagai tanah-air penganut Yahudi.

"Banyak orang berkeinginan berada di Israel, dan tidak ada yang bisa merubahnya," kata Reuben.

"Mereka punya visi bagaimana mereka ingin melihat Israel ke depan, dan salah satu dari visi itu adalah mereka ingin pergi dan membangun negara seperti yang diinginkan oleh mereka dan saya pikir konflik di Gaza baru-baru ini semakin meningkatkan keinginan itu."

Siap mengambil resiko

Ben Milston adalah satu dari sejumlah anak muda Australia penganut agama Yahudi yang ingin menjadi tentara nasional Israel.

Ia mulai melakukan latihan sekitar pantai Bondi di Sydney untuk menjaga tingkat kebugaran menyiapkan diri bila diperlukan nantinya untuk membela Israel.

"Saya membayangkan saya harus benar-benar fit dan bugar. Saya berupaya untuk meningkatkan kebugaran untuk siap diterjunkan,"kata Milston.

Sebuah ambisi yang akan menempatkan Milston di garis depan dalam konflik yang terus berlangsung di sekitar Israel.

"Bila saya mampu menyelamatkan nyawa manusia dengan apa yang saya lakukan..ini adalah resiko yang siap saya ambil."

Milston saat ini bekerja di sebuah cafe Yahudi di kawasan Bondi dan hidup cukup nyaman.

Meninggalkan keluarga dan kawan untuk mengangkat senjata membela Israel bukan bagian dari rencana hidupnya, namun perjalanan kunjungan ke Israel yang dilakukannya telah merubahnya.

"Saya baru menyadari betapa hidup serba berkecukupan dan nyaman dibandingkan rakyat Yahudi lainnya, atau orang lain yang punya pengalaman atau tidak punya hubungan emosi dengan Holocaust," katanya.

"Hubungan yang baik dengan orang-orang yang seagama menimbulkan perasaan yang menyenangkan."

Hubungan tersebut membuat Milston memutuskan untuk hidup di Israel secara permanen tentunya itu dilakukan dengan tanggung-jawab.

"Bila saya ingin hidup di Israel, tentunya saya juga ingin memberikan kontribusi yakni dengan membela Israel, "kata Milston lebih jauh.

Milston tidak sendiri. Masih banyak anak-anak muda Australia penganut Yahudi, sebagian dari mereka adalah anggota sejumlah kelompok Zionis muda, yang juga bersiap untuk berperang membela Israel.

Akhir pekan lalu sekitar 100 pemimpin Zionis muda berkumpul melakukan kamp bersama di dekat Ballarat negara bagian Victoria.