Australia diimbau fokus pada Asia Tenggara di 'abad Asia'

Australia diimbau fokus pada Asia Tenggara di 'abad Asia'

Australia diimbau fokus pada Asia Tenggara di 'abad Asia'

Diperbaharui 30 November 2012, 13:34 AEDT

Australia dianjurkan untuk tidak cuma mementingkan Cina dan persekutuan dengan Amerika, dan lebih memfokuskan pada hubungan dengan Asia Tenggara, demikian menurut suatu laporan baru.

Laporan yang dikeluarkan AsiaLink, Southeast Asia as 'The Third Way', menyebutkan, kepentingan ekonomi dan strategi Australia akan lebih bisa terpenuhi dengan menjadikan Asia Tenggara fokus dari keputusan-keputusannya dalam pembuatan kebijakan.

Laporan itu dirilis satu bulan setelah pemerintah Australia mengumumkan rencana kebijakan luar negeri penting, Australia di Abad Asia, yang bertujuan meningkatkan hubungan dengan Asia.

Penyusun utama laporan itu, Professor Tony Milner dari Australian National University (ANU), mengatakan, Australia punya kecocokan yang natural dengan Asia Tenggara, jauh melebihi kawasan Asia lainnya.

"Pertama-tama, kita punya pengalaman di Asia Tenggara, yakni bagian dari kawasan Asia yang paling dekat dengan kita. Disitulah kita paling banyak berkiprah, sejak dari berdirinya negara-negara di kawasan Asia Tenggara," kata Professor Milner, direktur internasional Asialink, kepada Radio Australia.

Professor Milner mengatakan, walaupun Australia dari segi diplomatik sibuk di kawasan ini, tapi hal itu tidak mendapat banyak perhatian di Australia.

"Kita sangat sibuk dalam hubungan di bidang keamanan, di bidang militer, tapi tidak mendapat banyak sorotan.'

Diakuinya bahwa Australia pernah mendapat sorotan sebentar di masa kontra-terorisme untuk kerjasama kepolisian di Asia Tenggara, tapi katanya banyak yang dilakukan Australia di kawasan tidak mendapat sorotan di Australia. 

Professor Milner mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menanggapi buku putih Abad Asia tadi adalah perubahan sikap di Australia. 

Katanya, salah satu cara terbaik untuk itu adalah mendorong lebih banyak mahasiswa Australia untuk belajar di Asia.

"Walaupun Australia telah mengalami perubahan demografis, kita pada hakekatnya suatu negara barat, dengan institusi-institusi barat, dan demikianlah kita dipandang di kawasan."