PBB luluskan status 'negara non anggota' bagi Palestina

PBB luluskan status 'negara non anggota' bagi Palestina

PBB luluskan status 'negara non anggota' bagi Palestina

Diperbaharui 30 November 2012, 9:31 AEDT

Otorita Palestina telah memperoleh pengakuan PBB sebagai suatu negara dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB di New York.

Mayoritas negara anggota PBB memberikan suara mendukung pemberian status "peninjau bagi negara non anggota", naik dari status "entitas peninjau".
 
138 negara mendukung peningkatan status Palestina di PBB itu, sementara 9 menentang, dan 41 abstain, termasuk Australia.
 
Walaupun pengakuan ini dipandang lebih simbolik sifatnya, itu akan memungkinkan Palestina ikut dalam badan-badan PBB.
 
Dubes Palestina Riyad Mansour menyampaikan terimakasaih kepada Majelis Umum PBB sebelum pemungutan suara dilangsungkan.
 
Israel dan Amerika menentang langkah tersebut, sementara Perancis dan negara-negara Eropa memberikan dukungan.
 
Australia abstain dalam pemberian suara di PBB mengenai Palestina itu. 
 
Yang menjadi kekuatiran Amerika adalah Palestina bisa menggunakan status barunya itu untuk ikut dalam Mahkamah Pidana Internasional dan mengupayakan tuduhan kejahatan perang terhadap Israel. 
 
Menlu Amerika Hillary Clinton sebelumnya mengimbau negara-negara agar tidak memberikan suara yang mendukung peningkatan status Palestina di PBB itu.
 
Kata Clinton, satu-satunya cara menuju berdirinya negara Palestina adalah lewat perundingan langsung.
 
Presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas, menolak upaya terakhir dari Amerika agar Palestina meninggalkan upaya menjadi suatu negara, dengan menawarkan Presiden Barack Obama kembali menjadi mediator.