Pendukung presiden Morsi lakukan demo imbangi protes oposisi

Pendukung presiden Morsi lakukan demo imbangi protes oposisi

Pendukung presiden Morsi lakukan demo imbangi protes oposisi

Diperbaharui 2 December 2012, 12:38 AEST

Ribuan orang pendukung Presiden Mesir Mohammad Morsi berdemo untuk mengimbangi aksi protes yang semakin meluas menentang dekrit presiden Mesir.

Mohammad Morsi baru saja memperluas otoritas kekuasaanya dengan mengeluarkan dekrit dimana dekrit tersebut masuk dalam rancangan konstitusi baru. Hal ini memicu perdebatan banyak pihak hingga semakin memperlebar polarisasi di Mesir.

Demonstrasi di jantung kota Kairo hari Sabtu kemarin terjadi sehari setelah puluhan ribu penentang Morsi menduduki alun-alun Tahrir melakukan protes menentang dekrit presiden yang kemudian dimasukkan dalam rancangan konstitusi dengan cepat.

Rancangan konstitusi baru yang memperluas kekuasaan Morsi menjadi pusat pertentangan sehingga menimbulkan krisis politik terburuk sejak Morsi terpilih pada bulan Juni lalu. Rancangan konstitusi ini semakin memperkuat kekuatan kubu Islam melawan kubu oposisi yang sekuler.

Anggota Dewan Konstitusi menyerahkan rancangan konstitusi kepada Morsi hari Sabtu kemarin setelah sidang yang berlangsung secara marathon hari Kamis dimana sidang tersebut diboikot oleh kalangan liberal, sekuler dan kelompok Kristen.

Ribuan demonstran pendukung Morsi termasuk Persaudaran Muslim yang memberi tiket kepada Morsi menjadi presiden, serta kelompok Salafi garis keras berkumpul di Universitas Kairo. Sementara itu polisi anti huru-hara dalam kondisi siap siaga dan penutupan jalan terjadi dimana-mana.

"Persaudaraan Muslim mendukung keputusan Morsi," kalimat yang terpampang dalam spanduk yang dibawa kubu Islamis. Mereka berteriak mengatakan,' rakyat ingin implementasi aturan Tuhan."

Wanita-wanita berjilbab juga ikut meneriakkan slogan tersebut. Mereka membawa bendera Mesir dan Saudi serta poster presiden Morsi yang bertuliskan," Bersama Morsi menyelamatkan revolusi."

"Ada orang yang menginginkan ketidakstabilan politik," kata Khalid, salah seorang demonstran pendukung Morsi menyindir penentang Morsi. " Ada kebutuhan untuk segera dikonstitusikan sehingga negara menjadi stabil."

Demonstrasi mendukung Morsi juga terjadi di Alexandria dan Assiut, propinsi di bagian tengah Mesir.

Persaudaraan Muslim dan pendukungnya sudah menganggap orang yang menentang Morsi sebagai musuh revolusi yang berhasil menggulingkan diktator Hosni Mubarak tahun 2011.

Mesir terbelah


Sementara itu sepanjang sungai Nil, ratusan orang demonstran anti Morsi berkemping di alun-alun Tharir sejak Morsi mengeluarkan dekrit memperluas kekuasaanya. Dipastikan akan banyak orang yang bergabung sepanjang hari.

Front Penyelamat nasional - yakni koalisi oposisi yang dipimpin oleh mantan presiden pengawas nuklir PBB IAEA, Mohammad El Barradai, mantan presiden Liga Arab, Amir Mussa dan mantan calon presiden Mesir Hamdeen Sabbani, menyerukan kepada semua masyarakat untuk terus memberikan tekanan terhadap terbitnya dekrit perluasan kekuasaan presiden Morsi.

Amnesty International menilai rancangan konstitusi ' menimbulkan kekhawatiran terhadap komitmen Mesir atas sejumlah treaty hak-asasi manusia', khususnya mengabaikan 'hak terhadap wanita (dan) melarang kebebasan berpendapat atas nama agama'.

Dalam sebuah wawancara hari Kamis malam, Morsi menekankan lagi bahwa kekuasaan barunya akan berakhir setelah konstitusi baru diratifikasi.

Persaudaraan Muslim dan kelompok oposisi sekular berdiri bahu-membahu di alun-alun Tahrir tahun 2011 lalu bersama-sama menggulingkan regim Hosni Mubara dan pendukungnya.

Akan tetapi sejak kejatuhan Mubarak pada bulan Februari tahun lalu, gerakan Islamis dituduh memonopoli kekuasaan setelah mendominasi parlemen - menyusul janji mereka  tidak mengisi calon-calon pada kursi mayoritas dan tidak mencalonkan presiden.