Mahmoud Abbas disambut meriah di Tepi Barat

Mahmoud Abbas disambut meriah di Tepi Barat

Mahmoud Abbas disambut meriah di Tepi Barat

Terbit 3 December 2012, 9:47 AEST

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mendapat sambutan meriah ketika pulang dari New York setelah berhasil menaikkan status Palestina di PBB.

Ribuan orang berkumpul di kota Ramallah di Tepi Barat untuk merayakan kemenangan Abbas di PBB.

"Palestina telah meraih suatu pencapaian bersejarah di PBB," kata Abbas, tiga hari setelah Majelis Umum PBB memberi Palestina status negara pengamat non-anggota dengan perbandingan suara 138-9.

"Dunia mengatakan dengan suara keras ... YA untuk negara Palestina, YA untuk kebebasan Palestina, YA untuk kemerdekaan Palestina, TIDAK untuk agresi, TIDAK untuk pemukiman, TIDAK untuk pendudukan," kata Abbas di depan massa yang menyambutnya.

Abbas berjanji, setelah kemenangan di PBB, tugasnya yang "pertama dan terpenting" adakah berusaha mempersatukan Palestina dan menghidupkan kembali upaya rekonsiliasi Fatah dan Hamas.

Ini adalah momen kemenangan bagi Abbas, yang tahun lalu mencoba dan gagal memperoleh status keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Status sebagai negara pengamat non-anggota memberi Palestina akses ke berbagai institusi internasional dan menaikkan profil internasional mereka setelah perundingan damai yang macet selama bertahun-tahun dengan Israel.

Abbas disambut dengan kehormatan penuh, turun dari mobilnya dan berjalan diatas karpet merah di kompleks kepresidenan di Ramallah yang dikenal dengan nama Muqataa, dimana ia berjabatan tangan dengan para utusan negara-negara.

Ia meletakkan karangan bunga dan mengucapkan doa singkat di makam Pemimpin Palestina, Yasser Arafat, kemudian mendedikasikan kemenangan di PBB dalam   kenangan terhadap mantan pemimpin itu.

Paletina berharap, status barunya itu akan memperkuat posisi mereka dalam perundingan damai, tapi sudah muncul tanda-tanda meningkatnya ketegangan setelah Israel menghentikan transfer revenue pajak dan mengumumkan pembangunan ribuan rumah untuk pemukiman di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Washington juga memperingatkan mungkin akan menahan dana untuk Otorita Palestina.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon, memperingatkan, rencana pemukiman baru Israel itu ilegal dan akan merupakan "pukulan yang hampir fatal" bagi prospek perdamaian dengan Palestina.