Terowongan ambruk di Jepang, angka kematian meningkat

Terowongan ambruk di Jepang, angka kematian meningkat

Terowongan ambruk di Jepang, angka kematian meningkat

Diperbaharui 3 December 2012, 10:23 AEDT

Regu-regu pertolongan di Jepang menemukan beberapa mayat lagi di dalam terowongan jalan raya yang ambruk di barat Tokyo pada hari Minggu.

Kini ditegaskan bahwa paling sedikit delapan orang tewas.

Satu bagian sepanjang 50 meter dari langit-langit terowongan ambruk pada hari Minggu pagi, menimpa paling sedikit dua kendaraan.

Lima mayat yang hangus ditemukan di sebuah kendaraan van yang terbakar.

Satu korban lainnya, seorang sopir truk, sebelumnya memimta bantuan dengan menggunakan HP-nya setelah ia terperangkap di dalam kendaraannya, tapi sudah mati ketika regu penolong menemukannya.

Dua mayat lagi ditemukan dalam sebuah mobil yang tertimpa beton.

Masih belum jelas apakah semua orang yang hilang telah diketahui nasibnya.

 

Snow falls as the rescue continues at the Sasago tunnel. Photo: Snow falls as rescue workers and police gather outside the Sasago tunnel. (AFP: Yoshikazu Tsuno)

Puluhan orang meninggalkan kendaraan mereka di dalam terowongan itu dan lari keluar ke mulut terowongan, dimana mereka berkumpul ditengah cuaca musim dingin.

Terowongan itu termasuk yang terpanjang di Jepang, yang menghubungkan Tokyo dengan kawasan tengah dan barat Jepang.

Para ahli bersepkulasi, getaran dari gempa bumi dan kendaraan-kendaraan yang tewas mungkin menyebabkan langit-langit beton itu goyah.