Cathay Pacific selidiki keinginan pramugari ' lempar kopi' ke anak Thaksin

Cathay Pacific selidiki keinginan pramugari ' lempar kopi' ke anak Thaksin

Cathay Pacific selidiki keinginan pramugari ' lempar kopi' ke anak Thaksin

Diperbaharui 4 December 2012, 14:23 AEST

Perusahaan penerbangan Hong Kong Cathay Pacific kini tengah menyeliiki laporan yang menyatakan pramugari pesawat berkeinginan melemparkan segelas kopi ke anak mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.

Harian  South China Morning Post  yang bermarkas di Hong Kong melaporkan sang pramugari ingin melempar segelas kopi ke Paetongtarn, satu dari tiga anak Thaksin yang juga keponakani Perdana Menteri Thailanda saat ini Yingluck Shinawatra. 

"Saya segera melapor ke manager penerbangan, saya tidak bisa lagi bekerja setelah tahu bahwa anak musuh saya berada dalam pesawat," kata sang pramugari dalam postingnyya di Facebook.

"Saya menelpon penasehat pribadi saya dan menanyakan bila saya melempar segelas kopi ke Paetongtarn, namun saya diberitahu hal itu akan melanggar hukum di Hongkong."

Perusahaan penerbangan Hong Kong kini tengah menyelidiki 'tuduhan tindakan melawan hukum" menyusul penerbangan dari Bangkok menuju Hong Kong pada tanggal 25 November lalu.

Sejumlah laporan juga menyebutkan sang pramugari juga memposting foto daftar nama penumpang termasuk nama Paetongtarn.

"Cathay Pacific menyesalkan insiden yang tidak diharapkan ini dan ingin memastikan bahwa hak privacy semua penumpang adalah sangat penting bagi kami -mengikuti dengan taat aturan tentang hak privacy," ujar juru-bicara Cathay Pacific.

Perusahaan penerbangan Cathay menyatakan, sang pramugari - yang namanya dirahasiakan - bersedia bekerjasama dalam penyelidikan dan kini tidak 'ditugaskan terbang'. Walau demikian masih belum diperoleh informasi apakah pramugari tersebut sudah diskors dari tugasnya.

Sementara itu media Thailand mengutip pernyataan Petongtarn di media sosial memberitakan bahwa dirinya merasa 'tidak enak' setelah insiden tersebut. Ia pergi ke Hong Kong untuk perjalanan dinas dan bertemu ayahnya. 

Krisis politik masih berlangsung di Thailand terlihat dengan adanya demonstrasi menentang pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, adik mantan perdana menteri Thaksin yang dianggap sebagai boneka Thaksin oleh kalangan oposisi.

Thaksin terjungkal dari jabatannya dalam kudeta militer tahun 2006. Sejak itu ia tinggal di luar negeri untuk menghindari hukuman penjara. Ia dilaporkan sering datang ke Hong Kong, dan kota di selatan China dimana keluarga Thaksin mempunyai aset properti di sana.