Israel tolak tekanan Eropa untuk tidak membangun pemukiman baru

Israel tolak tekanan Eropa untuk tidak membangun pemukiman baru

Israel tolak tekanan Eropa untuk tidak membangun pemukiman baru

Diperbaharui 4 December 2012, 14:30 AEST

Israel menolak tekanan internasional untuk tidak meneruskan rencana yang cukup kontroversial yakni membangun ribuan pemukiman baru umat Yahudi di wilayah pendudukan Palestina.

Israel menginginkan membangun 3000 rumah baru di wilayah yang dikenal dengan nama E1, kawasan yang berada antara Yerusalem dan Tepi Barat.

Rencana tersebut disetujui hanya sehari setelah PBB dalam pemungutan suara menyetujui peningkatkan status Palestina dari entity menjadi negara pengamat non-anggota PBB.

Mereka yang menentang proyek perumahan tersebut mengatakan langkah ini merupakan tindakan fatal untuk mewujudkan solusi dua negara di kawasan Timur-tengah yang terus menerus dilanda konflik.

Inggris dan Perancis yang merupakan anggota permanen Dewan Keamanan, termasuk juga Denmark dan Swedia telah memanggil duta besarnya di Israel untuk menyuarakan ketidaksetujuan atas rencana itu dan minta kepada Israel untuk mempertimbangkannya.

Sulit nampaknya dalam tahap ini para duta-besar akan ditarik.

Sementara itu Rusia dan Jerman juga menyatakan ketidaksetujuan mereka atas rencana pembangunan perumahan baru di wilayah pendudukan.

Akan tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela keputusan tersebut.

"Hari ini kita membangun dan akan terus membangun pemukiman di Jerussalem dan dimanapun wilayah yang menjadi peta strategi Israel," kata Netanyahu.

"Langkah sepihak yang diambil oleh Otoritas Palestina dalam sidang Majelis Umum PBB merupakan pelanggaran kesepakatan dengan Israel."

"Karena itu pemerintah Israel menolak keputusan sidang Majelis Umum PBB."

Palestina menentang keras proyek pemukiman E1 Yahudi, sebab hal itu akan berdampak memotong wilayah pendudukan Tepi Barat menjadi dua, utara dan selatan, memutus hubungan dengan Jerussalem. Dengan demikian terbentuknya negara Palestina yang hidup berdampingan dengan Israel menjadi hal yang sangat tidak mungkin.

Israel menghentikan semua aktifitas di wilayah E1 karena mendapat tekanan dari mantan presiden George W. Bush dan wilayah tersebut telah mendapat pengawasan yang cukup ketat dalam kepemimpinan Presiden Barak Obama.

Menteri Perumahan Israel telah menyatakan Israel akan segera melakukan tender bagi para kontraktor untuk membangun 1000 rumah bagi warga Israel di Yerusalem Timur dan lebih dari 1000 rumah lainnya di Tepi Barat.

Namun demikian proyek pembangunan pemukiman E1 masih dalam tahap perencanaan.

"Belum satu pun yang dibangun hingga semua jelas apa yang akan dilakukan disana," kata Menteri Perumahan Ariel Attias.