Istri Pangeran William, Catherine, hamil

Istri Pangeran William, Catherine, hamil

Istri Pangeran William, Catherine, hamil

Diperbaharui 4 December 2012, 14:24 AEST

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Istana St James dikatakan Catherine mengalami mual-mual yang cukup parah. Pernyataan ini mengakhiri spekulasi yang beredar bahwa dia mengandung.

Ratu Elizabeth II dan seluruh keluarga kerajaan menyambut gembira kabar kehamilan Catherine, yang dulunya bernama Kate Middleton.

William, 30 tahun, adalah putra pertama pemegang tahta kerajaan Inggris Pangeran Charles dan almarhumah Putri Diana. William menikah dengan Catherine, juga 30 tahun, pada bulan April 2011 dengan upacara yang ditonton miliaran orang di dunia. 

Istana tidak memberikan penjelasan kapan tepatnya kedua pasangan kerajaan tersebut mengetahui bahwa Catherine hamil. Pihak Istana hanya mengatakan mereka mengetahui 'baru-baru ini'.

Akan tetapi kantor berita Inggris mengatakan bahwa kehamilan Catherine belum sampai 12 minggu, saat dimana secara tradisi pasangan mengumumkan berita kehamilan. Namun pengumuman tersebut dilakukan karena kondisi kesehatan Kate.

"Catherine, Ratu Cambridge dibawa ke rumah-sakit King Edward VII di tengah kota London dengan keluhan sakit Hyperemesis Gravidarum," bunyi peryataan dari Istana.

Hyperemesis Gravidarum adalah kondisi pasien yang mengalami mual-mual dengan cukup parah sehingga membutuhkan tambahan nutrisi dan juga infus.

"Karena kehamilan masih tahap awal, Yang Mulia Ratu Cambridge diharuskan untuk dirawat di rumah-sakit selama beberapa hari, serta membutuhkan istirahat," menurut pernyataan dari Istana.

Pernyataan tersebut mengatakan Ratu Elizabeth, Pangeran Philip -ayah dari Pangeran Charles, istri Charles yakni Camilia, dan juga adik William, Pangeran Harry, serta kedua keluarga sangat gembira dengan kabar tersebut.

Bayi kedua pasangan tersebut akan menempati urutan ketiga pemegang tahta kerajaan setelah Charles dan William, apa pun jenis kelamin bayi yang dilahirkan setelah terdapat perubahan pada aturan suksesi kerajaan tahun lalu.

Perdana Menteri Inggris David Cameron juga menyambut gembira kabar kehamilan Catherine dan yakin bahwa pasangan kerajaan akan menjadi 'orang-tua yang baik'.

Kabar kehamilan ini muncul hanya setahun setelah negara-negara Persemakmuran sepakat untuk menghapus undang-undang lama yang melarang bayi perempuan pertama untuk menjadi pemegang tahta kerajaan Inggris.

Dalam undang-undang 1701 disebutkan putri pertama harus menyerahkan tahta kerajaan kepada adik laki-lakinya karena terdapat saudara laki-laki.

Ratu Elizabeth II dinobatkan menjadi Ratu Inggris tahun 1953 karena ia tidak punya saudara laki-laki.

Komentator kerajaan mengatakan bayi yang dilahirkan dari pasangan William dan Kate akan menjadi unik karena lahir setelah perubahan undang-undang suksesi kerajaan.