Para hakim agung Mesir sepakat awasi jalannya referendum

Para hakim agung Mesir sepakat awasi jalannya referendum

Para hakim agung Mesir sepakat awasi jalannya referendum

Diperbaharui 4 December 2012, 8:36 AEDT

Dewan Mahkamah Agung Mesir menyatakan mereka akan mengawasi referendum tentang rancangan konsitusi yang kontroversial meski pun muncul seruan untuk memboikot dan kerusuhan politik semakan melebar.

Keputusan badan tertinggi hukum Mesir cukup melegakan presiden Mohamad Morsi meski pun tekanan terhadap dirinya cukup besar.

Pihak oposisi bahkan menyerukan demonstrasi lagi.

Anggaran dasar yang baru, dirancang dengan cepat oleh Majelis Konstituen yang didominasi kubu Islamis setelah Morsi mengelurkan dekrit presiden tanggal 22 November yang lalu untuk memperluas kekuasaannya.

Hal ini yang menjadi pemicu krisis politik terbesar di Mesir sejak Morsi terpilih sebagai presiden bulan Juni lalu.

Dewan Mahkamah Agung mengumumkan bahwa para hakim akan memonitor jalannya referendum tanggal 15 Desember nanti secara nasional.

Referendum ini perlu dilakukan untuk rancangan konsitusi dapat disetujui secara hukum.

Keputusan Dewan Mahkamah Agung ini muncul, hanya sehari setelah badan yang beranggotakan para hakim yakni Klub hakim Mesir, menyerukan kepada anggotanya untuk tidak memimpin pengawasan jalannya referendum sebagai bentuk protes atas dekrit yang dikeluarkan oleh Morsi yang tidak memungkinkan kekuasaan Morsi mendapat pengawasan.

Boikot, meski pun tidak semua hakim melakukannya, akan dapat menjatuhkan kredibilitas pemungutan suara yang dilakukan Majelis Konstituen dan semakin memperburuk krisis politik yang terjadi di Mesir.

Kondisi ini jauh dari yang diharapkan saat revolusi rakyat menggulingkan Husni Mubarak 22 bulan yang lalu.