KBRI peringatkan TKW hindari Malaysia

KBRI peringatkan TKW hindari Malaysia

KBRI peringatkan TKW hindari Malaysia

Terbit 5 December 2012, 10:34 AEDT

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peringatan kepada para TKW untuk tidak menjadi pekerja rumah-tangga di Malaysia.

Operasi razia pada akhir pekan membebaskan 105 wanita yang dikurung dan dipaksa bekerja tanpa upah.

Dalam skandal paling akhir menyangkut pekerja rumah tangga di Malaysia, pihak berwenang membebaskan 95 warga Indonesia, enam Filipina dan empat Kamboja yang bekerja sebagai pembantu rumah-tangga pada siang hari, tapi pada malam hari dikurung di dalam sebuah rumah dekat Kuala Lumpur.

Seringnya laporan tentang perlakuan kejam terhadap TKW Indonesia telah menimbulkan ketegangan antara kedua negara.

Di tahun 2009 Jakarta menghentikan pengiriman pekerja rumah-tangga ke Malaysia.

Tahun lalu kedua pihak mencabut larangan tersebut setelah menyepakati suatu persetujuan untuk memberi perlindungan dan kondisi kerja yang lebih baik kepada para pekerja rumah-tangga.

Tapi kasus paling akhir itu menunjukkan, TKW Indonesia masih menghadapi resiko, khususnya mereka yang datang ke Malaysia secara ilegal tanpa melalui jalur  perekrutan yang semestinya, kata jurubicara KBRI.

"Pihak berwenang Malaysia harus mengambil tindakan tegas ... Lebih baik pekerja rumah-tangga Indonesia tidak usah bekerja di Malaysia," kata jurubicara KBRI, Suryana Sastradiredja.

"Malaysia meminta pekerja rumah-tangga dari Indonesia, tapi tidak melindungi mereka dengan baik."

Para wanita tadi, yang dibebaskan pada hari Sabtu - dan menurut laporan media tiba di Malaysia secara ilegal dalam beberapa bulan belakangan ini - telah dibawa ke sebuah tempat penampungan dan akan di pulangkan ke Indonesia, kata Sastradiredja.

Sastradiredja mengatakan, sejak larangan dicabut, tidak sampai 100 pekerja rumah-tangga Indonesia tiba melalui jalur resmi,  takut karena seringnya laporan tentang upah rendah dan penyiksaan.

Tapi, mengutip laporan-laporan dari para aktifis Indonesia dan Malaysia, ia mengatakan, Jakarta khawatir, ribuan lainnya mungkin dibujuk untuk pergi ke Malaysia secara ilegal dengan janji upah yang tinggi sejak larangan diterapkan tahun 2009, dan kini berada dalam situasi yang rentan.

Kamboja juga melarang pengiriman pekerja rumah-tangga ke Malaysia tahun lalu, menyusul banyaknya keluhan tentang perlakuan buruk.