NATO akan kirim rudal ke perbatasan Turki-Suriah

NATO akan kirim rudal ke perbatasan Turki-Suriah

NATO akan kirim rudal ke perbatasan Turki-Suriah

Terbit 5 December 2012, 11:21 AEDT

NATO dengan tegas memperingatkan Suriah untuk tidak menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri, dan pada waktu yang sama menyetujui pengerahan rudal pencegat Patriot di perbatasan Turki-Suriah.

Peringatan dari Sekjen NATO, Jendral Anders Fogh Rasmussen, itu dikeluarkan sementara sumber-sumber pemerintah Amerika Serikat mengatakan, Washington mempunyai informasi bahwa Suriah sedang melakukan apa yang mungkin dapat dipandang sebagai persiapan untuk menggunakan senjata kimianya.

Sementara itu pasukan Suriah terus menggempur daerah-daerah pemberontak dekat Damaskus untuk menghalau mereka dari sekitar basis kekuasaan Presiden Assad.

Media resmi Suriah mengatakan, tembakan mortir pemberontak di sebuah sekolah menewaskan 28 murid dan seorang guru.

Akankah Amerika Serikat turun tangan?

 

Amerika Serikat dapat mencoba mencegah penggunaan senjata kimia Suriah dengan mengirim pasukan khusus dan melancarkan serangan bom, tapi setiap aksi militer akan beresiko tinggi dengan kemungkinan senjata kimia jatuh ke tangan yang tidak bertanggung-jawab, kata para pakar dan pejabat.

"Kemungkinan penggunaan senjata kimia sama sekali tidak dapat diterima oleh seluruh komunitas internasional, dan jika ada yang memilih untuk menggunakan senjata mengerikan ini, pasti akan timbul reaksi segera dari komunitas internasional," kata Rasmunssen kepada para reporter pada awal pertemuan para Menteri Luar NEgeri NATO di Brussel.

Ancaman senjata kimia inilah yang mendorong NATO mengirim rudal pencegat Patriot ke Turki, katanya. Ditambahkan: " Kami ingin mengatakan kepada siapa saja yang ingin menyerang Turki - jangan coba-coba."

Turki secara resmi meminta kepada mitra-mitranya dalam NATO untuk mengirim sistem anti rudal buatan Amerika itu setelah serangkaian tembakan lintas-perbatasan.

Rasmussen menekankan bahwa pengerahan rudal itu hanya untuk tujuan defensif, dan bukan implementasi suatu zona larangan terbang.