Mantan PM Thai dikenai dakwaan terkait kerusuhan 2010

Mantan PM Thai dikenai dakwaan terkait kerusuhan 2010

Mantan PM Thai dikenai dakwaan terkait kerusuhan 2010

Diperbaharui 8 December 2012, 12:13 AEST

Mantan perdana menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, akan dikenai dakwaan pembunuhan terkait kematian seorang sopir taksi pada demonstrasi anti-pemerintah dua-tahun lalu.

Dakwaan atas Abhisit dan mantan deputinya adalah yang pertama dikenakan atas pejabat sehubungan dengan bentrokan 2010 antara militer dan para demonstran Kaos Merah yang mendukung pendahulu Abhisit, Thaksin Shinawatra.

Direktur departemen investigasi khusus, Tharit Pengdit, mengatakan: "Abhisit bertanggung-jawab atas penanganan krisis. Mereka memerintahkan militer menumpas demonstran selama berhari-hari, menimbulkan korban cedera. Mereka juga menyetujui penggunaan sniper dan ini jelas menunjukkan bahwa mereka berniat membunuh."

Pada bulan September, pengusutan mendapati bahwa sopir taksi Phan Kamkong ditembak dan tewas oleh tentara Thai dalam kekerasan seputar aksi protes anti pemerintah oleh Kaos Merah di tahun 2010.

Ini adalah putusan pertama yang berkaitan dengan kematian pada kerusuhan itu. Seluruhnya 90 orang tewas dalam bentrokan dan penumpasan oleh militer.

Pengadilan mendapati, sopir taksi itu tewas oleh tembakan tentara ketika ia lari keluar dari sebuah gedung apartemen untuk melihat apa yang sedang terjadi, setelah mendengar bunyi tembakan.

Jika didapati bersalah, Abhisit dan mantan deputinya diancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.