Tragedi telepon hoax 2Day FM diinvestigasi

Tragedi telepon hoax 2Day FM diinvestigasi

Tragedi telepon hoax 2Day FM diinvestigasi

Terbit 10 December 2012, 9:25 AEDT

Setasiun radio Sydney, 2Day FM, berjanji akan "bekerja sama sepenuhnya" dengan investigasi terkait insiden bunuh diri seorang perawat London yang menerima telepon hoax dari dua presenternya.

2Day FM melangsungkan rapat darurat guna membahas apa yang akan dilakukan menyusul kematian perawat Jacintha Saldanha, yang terkecoh oleh telepon dari dua presenter 2DayFM.

Minggu lalu, dua presenter Mel Greig dan Michael Christian menelepon Rumah Sakit King Edward VII, yang merawat isteri Pangeran WIlliam yang sedang hamil, Catherine, berpura-pura sebagai Ratu Elizabeth dan Pangeran Charles.

Saldanha, 46 tahun, menerima telepon itu kemudian mentransfernya ke seorang perawat lainnya, yang mengungkapkan rincian kondisi kesehatan Catherine, yang bergelar Duchess of Cambridge.

Saldanha ditemukan meninggal di apartemennya pada hari Jum'at, nampaknya bunuh diri.

Keluarga kerajaan tidak mengajukan keluhan resmi terkait pelanggaran privacy itu, tapi pimpinan rumah sakit, Lord Simon Glenarthur, pada hari Sabtu mencela pengecohan itu yang dikatakannya merupakan "penghinaan terhadap dua orang perawat yang penuh dedikasi".

 

"Rumah sakit King Edward VII merawat orang sakit, dan sungguh tolol sekali kalau dua presenter mempertimbangkan untuk mencoba mengecoh untuk mendapatkan informasi tentang seorang pasien kami, dan lebih parah lagi, mereka benar-benar menelepon," katanya dalam sepucuk surat kepada Southern Cross Austereo, badan induk 2DayFM.

"Kemudian ternyata pembicaraan itu direkam sebelum disiarkan, dan keputusan untuk menyiarkannya disetujui oleh management, ini benar-benar keterlaluan," katanya.

Southern Cross Austereo menegaskan, dewan direkturnya bertemu guna membahas reaksi marah yang semakin besar terkait telepon hoax itu, yang memaksa kedua presenter berhenti mengudara dan setasiun radio itu sementara menghentikan semua iklan.

Southern Cross Austereo telah membalas surat tadi, menyatakan akan bekerjasama dengan semua investigasi dan sedang mereview siaran dan proses terkait.

Sementara it kepolisian Australia di negara bagian New South Wales telah dihubungi oleh Kepolisian Metropolitan London dan siap membantu investigasi.

Kedua presenter dilaporkan sangat terpukul oleh kematian Saldanha.

Keluarga Saldanha di Bangalore, India, menyatakan "shock" ketika mendengar kematiannya.

Lebih dari 300 orang dilaporkan menghadiri kebaktian mengenang perawat tersebut di Shriva, 400 kilometer dari Banglalore, India, pada hari Minggu.

Pangeran William dan Catherine menyatakan sangat bersedih oleh kematian Saldanha.