Penembakan Connecticut: pelaku 'memaksa' masuk ke sekolah

Penembakan Connecticut: pelaku 'memaksa' masuk ke sekolah

Penembakan Connecticut: pelaku 'memaksa' masuk ke sekolah

Terbit 16 December 2012, 8:28 AEST

Polisi di negara bagian Connecticut, Amerika Serikat, mengungkapkan, penembak yang menewaskan 20 anak dan enam orang dewasa di sebuah sekolah lokal "memaksa" masuk ke dalam gedung. Laporan-laporan sebelumnya mengatakan, si penembak, diduga Adam Lanza berusia 20 tahun, diijinkan masuk ke dalam gedung karena staff mengenalnya.

Jenazah para korban sudah dipindahkan dari tempat kejadian dan resmi diidentifikasi, tapi nama-nama mereka belum diumumkan.

Polisi mengatakan, mereka akan merilis infomasi lebih jauh tentang pelaku penembakan dan para korbannya. Ditambahkan, polisi sudah menemukan "bukti kuat" dalam investigasi mereka.

Diduga, Adam Lanza, berusia 20 tahun, menembak dan menewaskan ibunya di rumahnya, kemudian pergi ke SD Sandy Hook di Newtown pada hari Jum'at.

Disana, ia menewaskan 26 orang - sebagian besar anak-anak berusia lima dan 10 tahun - kemudian menembak dirinya sendiri.

Jumlah yang tewas, termasuk pelaku dan wanita yang dipahami sebagai ibunya, adalah 28.

Menurut pihak berwenang kota, kepala sekolah tewas ketika ia berusaha mencegah pelaku penembakan.

 
Tim investigasi sudah hampir mengungkap motif dibalik pembantaian itu.
 
Letnan  Paul Vance odari Kepolisian Negara Bagian Connecticut mengatakan kepada para reporter bahwa beberapa petunjuk penting telah ditemukan di sekolah dan di rumah ibu pelaku.
 
Ia juga mengungkapkan, si penembak sebenarnya tidak diijinkan masuk ke dalam gedung sekolah.
 
Laporan-laporan sebelumnya mengatakan, staff mengijinkannya masuk ke dalam gedung karena ia sudah dikenal dan ibunya bekerja di sekolah itu.
 
Pihak berwenang juga telah mengunjungi tempat-tempat latihan tembak dan toko-toko yang menjual senjata api dalam investigasi mereka.
 
Polisi mengatakan, seorang wanita selamat dalam insiden itu dan ia akan penting sekali dalam investigasi.
 
"Ia sedang dirawat dan ia penting sekali dalam investigasi ini," kata Letnan Vance.
 
Sementara itu, acara doa digelar di desa Sandy Hook dan di seluruh Amerika Serikat menyusul insiden penembakan berdarah itu.
 
Warga lokal menghadiri kebaktian di gereja tidak jauh dari tempat kejadian penembakan, dan banyak orang keluar ke jalan.
 
Warga memasang tulisan di luar rumah dan toko mereka di Newtown, seperti "God Bless Sandy Hook", atau "Hug a teacher today".
 
Polisi masih berjaka di luar rumah setiap keluarga yang menjadi korban tragedi itu.
 
Dalam pidato mingguannya, Presiden Barack Obama mengatakan, hati rakyat Amerika hancur terkait tragedi itu dan ia mendesak "aksi yang berarti" untuk mencegah tragedi seperti itu.
 
"Sebagai bangsa, kita telah mengalami banyak tragedi di tahun-tahun belakangan ini," katanya.
 
Insiden penembakan itu telah mencetuskan seruan baru agar undang-undang kepemilikan senjata api diperketat di Amerika Serikat.