AL Australia bakal kewalahan oleh arus pencari suaka

AL Australia bakal kewalahan oleh arus pencari suaka

AL Australia bakal kewalahan oleh arus pencari suaka

Terbit 17 December 2012, 13:59 AEDT

Lebih banyak lagi pencari suaka akan mati dan Angkatan Laut Australia beresiko kewalahan oleh kapal-kapal pencari suaka yang meminta tolong, karena semakin meningkatnya jumlah orang yang ingin pergi ke Australia.

Aktivis pembela pengungsi, Paris Aristotle, dari panel mengenai pencari suaka, mengatakan kepada sebuah Komisi Parlemen bahwa pada laju kedatangan sekarang ini, diperkirakan lebih dari 30,000 orang akan mencoba melakukan perjalanan berbahaya ke Australia tahun depan.

Mantan panglima Pasukan Pertahanan Australia, Angus Houston, yang mengetuai panel beranggota tiga orang itu, mengatakan, 213 pencari suaka diketahui telah kehilangan nyawa sejak laporan panel tersebut diserahkan empat bulan lalu.

"Kapal bocor, kondisinya tidak memadai, seringkali terlalu padat, dan dalam banyak kasus tidak cukup  life jacket bagi para penumpang jika bencana terjadi."

"Para penyelundup pencari suaka itu benar-benar kejam - mereka cuma ingin mencari untung dan membahayakan nyawa orang-orang tak berdosa yang ingin meminta suaka di negara lain."

Panel pakar itu mengajukan 22 rekomendasi untuk mencoba mencegah para pencari suaka melakukan perjalanan dengan kapal ke Australia.

Pemerintah telah setuju untuk mengimplementasikannya dan sudah memulai kembali pemrosesan di Nauru dan Pulau Manus.

Kapal-kapal pencari suaka terus berdatangan di perairan Australia pada laju yang semakin meningkat.

"Kita mengalami peningkatkan dalam jumlah kedatangan," kata Aristotle. "Bulan lalu, 2,600 orang tiba."

"Pada laju kedatangan sekarang ini, kita dapat memperkirakan 25,000 sampai 30,000 orang yang tiba. Angkatan Laut tidak memiliki kapasitas untuk menangani setiap kapal yang mengalami kesulitan di laut."

Ia juga menolak pendapat bahwa rekomendasi panel itu melanggar kewajiban Australia berdasarkan konvensi hak anak.

"Di satu kapal yang tenggelam. terdapat anak laki-laki berusia 13 tahun yang berada di air selama 18 jam. Ia menyaksikan paman, ayah dan saudara laki-lakinya semuanya tenggelam. Orang-orang dimakan ikan hiu."

"Siapa yang bisa bilang itu demi kepentingan seorang anak."

Ketiga anggota panel pakar menekankan perlunya solusi regional atas masalah penyelundupan manusia dan pencari suaka, dan masing-masing menegaskan kembali bahwa implementasi semua rekomendasi mereka akan perlu waktu.