Kongres Filipina luluskan UU kontrasepsi

Kongres Filipina luluskan UU kontrasepsi

Kongres Filipina luluskan UU kontrasepsi

Terbit 18 December 2012, 9:23 AEDT

Filipina telah meluluskan sebuah undang-undang yang membuka jalan bagi kontrasepsi gratis dan pendidikan seks.

Kongres Filipina meluluskan undang-undang yang mendorong kontrasepsi dengan biaya negara, menegaskan pengaruh Presiden Aquino atas Parlemen dan pembangkangannya terhadap Gereja Katolik yang menentang langkah tersebut.

Parlemen yang didominasi sekutu-sekutu Presiden Aquino menyetujui dengan suara mantap undang-undang kesehatan reproduksi dua-hari sebelum para anggota reses untuk liburan Natal.

Presiden Aquino menganggapnya sebagai suatu langkah yang urgent.

Undang-undang itu mengharuskan pemerintah sampai ke tingkat desa untuk menyediakan layanan kesehatan reproduktif dengan gratis atau biaya rendah.

Undang-undang itu tidak akan mendorong aborsi, yang ilegal di Filipina.

Diluluskannya UU tersebut mengakhiri perdebatan selama 13 tahun mengenai kontrasepsi, yang dipandang oleh pendukungnya sebagai soal hak asasi manusia, tapi ditentang oleh para uskup Katolik atas dasar moral. 

Presiden Aquino diperkirakan akan menandatangani undang-undang itu sebelum akhir tahun setelah kedua majelis dalam Parlemen menyelesaikan perbedaan dalam dua versi mereka.

Organisasi HAM, Human Right Watch, menyambut baik undang-undang itu yang dikatakannya suatu kemenangan bagi kaum wanita Filipina.

"Gereja akan terus menginstruksikan kepada umat dan mengatakan kepada mereka tentang buruknya kontrasepsi," kata Uskup Gabriel Reyes, yang menyaksikan perdebatan di Kongres.

Menurutnya, kontrasepsi tidak pro-kaum miskin, tidak pro-anak-anak dan tidak pro-keluarga. Kontrasepsi merugikan kaum wanita, anak-anak dan keluarga.